Edit Content
Click on the Edit Content button to edit/add the content.

Artikel Tanya Jawab

Apakah Ngambek kepada Suami Termasuk Perbuatan Dosa bagi Istri?

Artikel Tanya Jawab

Penanya (Rizka Oskarina di Kota Batu, Jawa Timur):

“Apakah istri ngambek ke suami itu berdosa?”

Jawaban:

Masya Allah, jemaah sekalian. Ketika kita bicara soal istri yang ngambek pada suami, apakah itu berdosa atau tidak tergantung pada sebabnya. Sejatinya, marah bisa ada yang tercela dan ada pula yang terpuji. Jika kita marah semata-mata karena hal pribadi, bukan karena hukum Allah yang dilanggar atau aturan Allah yang diabaikan, maka marah tersebut cenderung tercela. Meski begitu, suami tetap dituntut untuk bersabar dalam menghadapinya, sebagaimana Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabar ketika salah seorang istrinya memecahkan piring, dan beliau memakluminya. Namun, ini bukan berarti tindakan tersebut diperbolehkan—sejatinya hal itu memang tidak diperbolehkan. Ketika situasi seperti ini terjadi, suami sebaiknya bersabar, sementara istri seharusnya introspeksi, beristighfar, dan meminta maaf kepada suami.

Diceritakan bahwa pernah ada salah satu istri Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam yang marah dan tidak berbicara kepada beliau sepanjang hari hingga malam. Hal tersebut sejatinya tercela dan tidak diperbolehkan, namun Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tetap bersabar dan memaklumi kekurangan wanita.

Dalam sebuah riwayat, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan ciri wanita penghuni surga, yaitu wanita yang jika menzalimi atau dizalimi oleh suaminya, akan datang kepada suaminya, meminta maaf, dan berkata, “Aku tidak akan memejamkan mata sampai engkau rida.” Inilah akhlak seorang wanita salehah.

Sebaiknya, para wanita belajar untuk lebih menghargai suami. Marah karena alasan pribadi perlu dievaluasi, sedangkan marah karena Allah adalah perbuatan mulia. Misalnya, jika suami meninggalkan salat, maka marah dalam hal ini adalah wajar. Tetapi sayangnya, kadang kala wanita tidak marah karena pelanggaran hukum Allah, tetapi marah dalam hal pribadi seperti keinginan yang tidak terpenuhi. Maka, perlu bagi para wanita untuk introspeksi dan, jika perlu, meminta maaf kepada suaminya. Barakallah fikum.

Wallahu a’lam.

***
Jawaban dalam bentuk video dapat anda saksikan dengan klik link ini.

Bagikan Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *