Apakah Setiap Perkataan Nabi ﷺ Disebut Hadist

Penanya : Apakah setiap perkataan nabi ﷺ disebut hadist? Jawaban : Jadi hadist itu meliputi semua yang disabdakan oleh Nabi ﷺ dan yang dilakukan oleh Nabi ﷺ dan yang setujui, walaupun Nabi tidak berkomentar namun beliau mendiamkan sesuatu yang dilakukan di hadapan beliau atau atas sepengetahuan beliau ﷺ, maka itu hadist. Bahkan karakter, sifat & perilaku Nabi ﷺ itu termasuk hadist. Sebagaimana yang telah di bahas kitab – kitab mustholah hadist. *** Dijawab oleh Ustadz Dr. Sofyan Baswedan, M.A. حفظه الله

Hukum Penghasilan Dari Bekerja Yang Seringkali Meninggalkan Sholat Wajib

Gunawan :  “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustadz, izin bertanya. Ustadz izin bertanya, saya seorang pekerja & bekerja sebagai kuli di pasar. Yang jadi pertanyaan saya, banyak dari teman-teman kami yang alhamdulillah semangat sekali dalam bekerja. Namun mereka banyak yang lalai dari perintah sholat apalagi puasa. Bagaimana hukum hasil kerjanya yang diberikan untuk keluarganya Ustadz? Sumbernya halal tapi mereka meninggalkan sholat yang wajib Ustadz.” Ustadz Menjawab : Barakallahu fiik wa atsabakumullah, kepada saudara Gunawan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menambahkan taufik hidayah kepada Anda, keluarga, dan juga seluruh pemirsa dimanapun Anda berada. Penghasilan mereka selama mereka, jasa yang mereka jual, pekerjaan yang mereka lakukan itu halal maka penghasilan mereka halal. Namun tentu mereka berdosa. Tidak berpuasa, dosa. Tidak sholat, maka dosa. Dan memberi teladan yang buruk kepada anak dan istri itupun dosa. Bahkan bisa jadi itu dosa yang lebih besar dibanding sekedar tidak puasa, karena ketika meninggal, tidak puasa selesai dosanya. Tapi ketika ternyata keteladanan negatif itu diberikan dan diikuti oleh anak dan cucu, oleh kerabat, keluarga maka itu dosa yang akan berkepanjangan dan berbuntut. Kenapa? Karena ternyata yang menjadikan anak cucu mereka tidak berpuasa adalah karena mereka meneladani, “bapak dulu ramadhan juga nggak puasa, kakek dulu ramadhan juga nggak puasa”. Akhirnya mereka menjadi turut berbuat dosa mengikuti langkah yang buruk tersebut. Dan tentunya akan menjadi dosa yang berkepanjangan.  مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً، كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْء “Siapa pun yang mengerjakan suatu amalan yang buruk, dan kemudian amalan itu ditiru diteladani orang lain, maka dia menanggung dosa amalan tersebut dan dosa semua orang yang meneladaninya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun” (HR. Muslim). Naudzubillah min dzalik. Wallahu ta’ala a’lam. *** Dijawab oleh Ustadz. Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A. حفظه الله

Hukum Mempercayai Prakiraan (Ramalan) Cuaca

Penanya : Saudara Wibowo (Tuban) “Apakah termasuk syirik mempercayai ramalan cuaca?” Ustadz Menjawab : Ya, prakiraan cuaca atau dinamakan dengan ramalan cuaca maksudnya adaah sebagian pihak mereka memperkirakan bahwasanya sore hari ini akan terjadi angin kencang atau terjadi hujan atau seminggu kedepan akan terjadi hujan misalnya. Dan itu mereka lakukan berdasarkan keadaan sekarang ini. Ya arah angin dan seterusnya, sehingga mereka memperkirakan bahwasanya akan terjadi curah hujan yang tinggi atau curah hujan yang rendah pada beberapa hari ke depan. Adapun orang yang mengakatan, memperkirakan bahwasanya besok akan terjadi hujan, keadaan akan berawan, curah hujan tinggi dan seterusnya mereka berdasarkan apa yang terjadi sekarang ini dan itu memang ada hubungannya. Dan oleh karena itu apabila kita termasuk yang mengabarkan tentang perakiraan cuaca ini maka jangan lupa seseorang mengatakan “InsyaAllah”, apabila Allah Subhanahu wa Ta’ala menghendaki yang demikian. Dan seseorang tidak memastikan, itu adalah ilmu manusia. Kita mengatakan hari ini hujan karena demikian demikian, tapi Allah Subhanahu wa Ta’ala kalau menghendaki tidak terjadi hujan maka tidak akan terjadi hujan. Bagus seandainya seseorang ketika mengabarkan tentang perakiraan cuaca ia mengatakan “InsyaAllah” dan ini dilakukan di sebagian stasiun televisi yang mereka memahami yang demikian. Maksud saya adalah stasiun televisi misalnya di Saudi Arabia ada juga disana prakiraan cuaca. Dan disebutkan disitu tentang kata atau ucapan yang menunjukkan itu adalah suatu yang merupakan perkiraan saja, bukan merupakan kepastian. Jadi jawabannya ini bukan termasuk kesyirikan. Wallahu ta’ala a’lam. *** Dijawab oleh Ustadz. Dr. Abdullah Roy, M.A. حفظه الله