{"id":997,"date":"2025-02-16T14:27:16","date_gmt":"2025-02-16T07:27:16","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/?p=997"},"modified":"2025-02-16T14:27:16","modified_gmt":"2025-02-16T07:27:16","slug":"bagaimana-caranya-menjauhi-perbuatan-zina","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/bagaimana-caranya-menjauhi-perbuatan-zina","title":{"rendered":"Bagaimana caranya menjauhi perbuatan zina?"},"content":{"rendered":"<p><strong>Penanya\u00a0<\/strong>(Muhammad Ihsan Pratama di Makasar) :<\/p>\n<blockquote><p>&#8220;Bagaimana caranya menjauhi perbuatan zina?&#8221;<\/p><\/blockquote>\n<p><strong>Jawaban :<\/strong><\/p>\n<p>Para jemaah sekalian, rahimakumullah, perbuatan zina merupakan perbuatan yang sangat dicela dalam Islam. Hukuman untuk zina sangat mengerikan. Jika pelakunya ghairu muhsan, yaitu belum menikah, maka mereka dicambuk 100 kali, baik laki-laki maupun perempuan. Allah berfirman: &#8220;Cambuklah keduanya dengan 100 kali cambukan. (QS. An-Nur : 2)&#8221;. Hukuman bagi muhsan (pelaku yang sudah menikah) lebih berat lagi, yaitu dirajam sampai mati. Ada riwayat yang menyebutkan: &#8220;As-syaikhah was-syaikh idza zanaya farjumuhuma al-battah (Rajamlah orang tua laki-laki dan perempuan yang berzina hingga mati).&#8221; Ini dikatakan sebagai ayat dalam Al-Qur&#8217;an, namun lafaznya telah dihapus, meski hukumnya tetap berlaku. Maksudnya, jika ada orang yang sudah menikah, baik laki-laki maupun perempuan, dan mereka berzina, maka hukumannya adalah rajam hingga mati.<\/p>\n<p>Ini adalah hukuman yang sangat mengerikan, belum lagi siksa di alam kubur dan neraka bagi para pezina. Oleh karena itu, kita harus benar-benar menjauhi perbuatan zina. Dalam Al-Qur&#8217;an, Allah berfirman: &#8220;Janganlah mendekati zina, karena zina adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk.&#8221; (QS. Al-Isra&#8217;: 32).<\/p>\n<p>Untuk menghindari zina, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan:<\/p>\n<p>1. Hindari melihat yang diharamkan, terutama yang berkaitan dengan aurat wanita, karena pandangan haram dapat memicu syahwat. Ketika syahwat tersulut, seseorang bisa mencari pelampiasan, dan jika dia memiliki banyak peluang, dia bisa tergoda untuk terjerumus dalam zina.<\/p>\n<p>2. Menjauhi lingkungan yang buruk. Lingkungan yang mendorong kita ke perbuatan zina harus kita tinggalkan. Misalnya, teman-teman yang suka pacaran atau menggoda kita untuk melakukan pacaran. Kita harus benar-benar menjauh dari lingkungan seperti itu.<\/p>\n<p>3. Berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala agar kita dijauhkan dari fitnah, baik fitnah syahwat maupun syubhat. Zina adalah fitnah yang berkaitan dengan syahwat. Maka, berlindunglah kepada Allah dari fitnah ini, terutama di zaman sekarang di mana fitnah syahwat sangat kuat dan mudah menghampiri kita. Kita butuh pertolongan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala untuk menyelamatkan kita dari godaan tersebut.<\/p>\n<p>Demikian nasihat ini, semoga bermanfaat. wallahu a&#8217;lam.<\/p>\n<p>Jawaban berupa video dapat anda saksikan dengan klik link ini.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penanya\u00a0(Muhammad Ihsan Pratama di Makasar) : &#8220;Bagaimana caranya menjauhi perbuatan zina?&#8221; Jawaban : Para jemaah sekalian, rahimakumullah, perbuatan zina merupakan perbuatan yang sangat dicela dalam Islam. Hukuman untuk zina sangat mengerikan. Jika pelakunya ghairu muhsan, yaitu belum menikah, maka mereka dicambuk 100 kali, baik laki-laki maupun perempuan. Allah berfirman: &#8220;Cambuklah keduanya dengan 100 kali cambukan. (QS. An-Nur : 2)&#8221;. Hukuman bagi muhsan (pelaku yang sudah menikah) lebih berat lagi, yaitu dirajam sampai mati. Ada riwayat yang menyebutkan: &#8220;As-syaikhah was-syaikh idza zanaya farjumuhuma al-battah (Rajamlah orang tua laki-laki dan perempuan yang berzina hingga mati).&#8221; Ini dikatakan sebagai ayat dalam Al-Qur&#8217;an, namun lafaznya telah dihapus, meski hukumnya tetap berlaku. Maksudnya, jika ada orang yang sudah menikah, baik laki-laki maupun perempuan, dan mereka berzina, maka hukumannya adalah rajam hingga mati. Ini adalah hukuman yang sangat mengerikan, belum lagi siksa di alam kubur dan neraka bagi para pezina. Oleh karena itu, kita harus benar-benar menjauhi perbuatan zina. Dalam Al-Qur&#8217;an, Allah berfirman: &#8220;Janganlah mendekati zina, karena zina adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk.&#8221; (QS. Al-Isra&#8217;: 32). Untuk menghindari zina, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan: 1. Hindari melihat yang diharamkan, terutama yang berkaitan dengan aurat wanita, karena pandangan haram dapat memicu syahwat. Ketika syahwat tersulut, seseorang bisa mencari pelampiasan, dan jika dia memiliki banyak peluang, dia bisa tergoda untuk terjerumus dalam zina. 2. Menjauhi lingkungan yang buruk. Lingkungan yang mendorong kita ke perbuatan zina harus kita tinggalkan. Misalnya, teman-teman yang suka pacaran atau menggoda kita untuk melakukan pacaran. Kita harus benar-benar menjauh dari lingkungan seperti itu. 3. Berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala agar kita dijauhkan dari fitnah, baik fitnah syahwat maupun syubhat. Zina adalah fitnah yang berkaitan dengan syahwat. Maka, berlindunglah kepada Allah dari fitnah ini, terutama di zaman sekarang di mana fitnah syahwat sangat kuat dan mudah menghampiri kita. Kita butuh pertolongan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala untuk menyelamatkan kita dari godaan tersebut. Demikian nasihat ini, semoga bermanfaat. wallahu a&#8217;lam. Jawaban berupa video dapat anda saksikan dengan klik link ini.<\/p>","protected":false},"author":8,"featured_media":998,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-997","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aqidah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Bagaimana caranya menjauhi perbuatan zina? - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/bagaimana-caranya-menjauhi-perbuatan-zina\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bagaimana caranya menjauhi perbuatan zina? - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penanya\u00a0(Muhammad Ihsan Pratama di Makasar) : &#8220;Bagaimana caranya menjauhi perbuatan zina?&#8221; Jawaban : Para jemaah sekalian, rahimakumullah, perbuatan zina merupakan perbuatan yang sangat dicela dalam Islam. Hukuman untuk zina sangat mengerikan. Jika pelakunya ghairu muhsan, yaitu belum menikah, maka mereka dicambuk 100 kali, baik laki-laki maupun perempuan. Allah berfirman: &#8220;Cambuklah keduanya dengan 100 kali cambukan. (QS. An-Nur : 2)&#8221;. Hukuman bagi muhsan (pelaku yang sudah menikah) lebih berat lagi, yaitu dirajam sampai mati. Ada riwayat yang menyebutkan: &#8220;As-syaikhah was-syaikh idza zanaya farjumuhuma al-battah (Rajamlah orang tua laki-laki dan perempuan yang berzina hingga mati).&#8221; Ini dikatakan sebagai ayat dalam Al-Qur&#8217;an, namun lafaznya telah dihapus, meski hukumnya tetap berlaku. Maksudnya, jika ada orang yang sudah menikah, baik laki-laki maupun perempuan, dan mereka berzina, maka hukumannya adalah rajam hingga mati. Ini adalah hukuman yang sangat mengerikan, belum lagi siksa di alam kubur dan neraka bagi para pezina. Oleh karena itu, kita harus benar-benar menjauhi perbuatan zina. Dalam Al-Qur&#8217;an, Allah berfirman: &#8220;Janganlah mendekati zina, karena zina adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk.&#8221; (QS. Al-Isra&#8217;: 32). Untuk menghindari zina, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan: 1. Hindari melihat yang diharamkan, terutama yang berkaitan dengan aurat wanita, karena pandangan haram dapat memicu syahwat. Ketika syahwat tersulut, seseorang bisa mencari pelampiasan, dan jika dia memiliki banyak peluang, dia bisa tergoda untuk terjerumus dalam zina. 2. Menjauhi lingkungan yang buruk. Lingkungan yang mendorong kita ke perbuatan zina harus kita tinggalkan. Misalnya, teman-teman yang suka pacaran atau menggoda kita untuk melakukan pacaran. Kita harus benar-benar menjauh dari lingkungan seperti itu. 3. Berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala agar kita dijauhkan dari fitnah, baik fitnah syahwat maupun syubhat. Zina adalah fitnah yang berkaitan dengan syahwat. Maka, berlindunglah kepada Allah dari fitnah ini, terutama di zaman sekarang di mana fitnah syahwat sangat kuat dan mudah menghampiri kita. Kita butuh pertolongan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala untuk menyelamatkan kita dari godaan tersebut. Demikian nasihat ini, semoga bermanfaat. wallahu a&#8217;lam. Jawaban berupa video dapat anda saksikan dengan klik link ini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/bagaimana-caranya-menjauhi-perbuatan-zina\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/DewanFatwaPA\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-02-16T07:27:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/pexels-n-voitkevich-5712871.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1642\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1094\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ustadz Dr. Musyafa Ad Dariny,MA\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ustadz Dr. Musyafa Ad Dariny,MA\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/bagaimana-caranya-menjauhi-perbuatan-zina#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/bagaimana-caranya-menjauhi-perbuatan-zina\"},\"author\":{\"name\":\"Ustadz Dr. Musyafa Ad Dariny,MA\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/92245892b0aa200ec51b639cca588c67\"},\"headline\":\"Bagaimana caranya menjauhi perbuatan zina?\",\"datePublished\":\"2025-02-16T07:27:16+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/bagaimana-caranya-menjauhi-perbuatan-zina\"},\"wordCount\":329,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/bagaimana-caranya-menjauhi-perbuatan-zina#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/pexels-n-voitkevich-5712871.jpg\",\"articleSection\":[\"Aqidah\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/bagaimana-caranya-menjauhi-perbuatan-zina#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/bagaimana-caranya-menjauhi-perbuatan-zina\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/bagaimana-caranya-menjauhi-perbuatan-zina\",\"name\":\"Bagaimana caranya menjauhi perbuatan zina? - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/bagaimana-caranya-menjauhi-perbuatan-zina#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/bagaimana-caranya-menjauhi-perbuatan-zina#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/pexels-n-voitkevich-5712871.jpg\",\"datePublished\":\"2025-02-16T07:27:16+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/bagaimana-caranya-menjauhi-perbuatan-zina#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/bagaimana-caranya-menjauhi-perbuatan-zina\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/bagaimana-caranya-menjauhi-perbuatan-zina#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/pexels-n-voitkevich-5712871.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/pexels-n-voitkevich-5712871.jpg\",\"width\":1642,\"height\":1094},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/bagaimana-caranya-menjauhi-perbuatan-zina#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bagaimana caranya menjauhi perbuatan zina?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/\",\"name\":\"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\",\"description\":\"Website Resmi Dewan Fatwa\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#organization\",\"name\":\"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/logodfpa-w.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/logodfpa-w.png\",\"width\":3085,\"height\":581,\"caption\":\"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/DewanFatwaPA\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/dewanfatwapa\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/92245892b0aa200ec51b639cca588c67\",\"name\":\"Ustadz Dr. Musyafa Ad Dariny,MA\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/Ustadz-Musyaffa-1-150x150.webp\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/Ustadz-Musyaffa-1-150x150.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/Ustadz-Musyaffa-1-150x150.webp\",\"caption\":\"Ustadz Dr. Musyafa Ad Dariny,MA\"},\"description\":\"Anggota Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad. Beliau lulusan S1 Syariah, lalu S2 Qism Ushul Fikih, dan S3 Qism Ushul Fikih Universitas Islam Madinah\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/en\\\/author\\\/musyafa\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bagaimana caranya menjauhi perbuatan zina? - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/bagaimana-caranya-menjauhi-perbuatan-zina\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Bagaimana caranya menjauhi perbuatan zina? - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","og_description":"Penanya\u00a0(Muhammad Ihsan Pratama di Makasar) : &#8220;Bagaimana caranya menjauhi perbuatan zina?&#8221; Jawaban : Para jemaah sekalian, rahimakumullah, perbuatan zina merupakan perbuatan yang sangat dicela dalam Islam. Hukuman untuk zina sangat mengerikan. Jika pelakunya ghairu muhsan, yaitu belum menikah, maka mereka dicambuk 100 kali, baik laki-laki maupun perempuan. Allah berfirman: &#8220;Cambuklah keduanya dengan 100 kali cambukan. (QS. An-Nur : 2)&#8221;. Hukuman bagi muhsan (pelaku yang sudah menikah) lebih berat lagi, yaitu dirajam sampai mati. Ada riwayat yang menyebutkan: &#8220;As-syaikhah was-syaikh idza zanaya farjumuhuma al-battah (Rajamlah orang tua laki-laki dan perempuan yang berzina hingga mati).&#8221; Ini dikatakan sebagai ayat dalam Al-Qur&#8217;an, namun lafaznya telah dihapus, meski hukumnya tetap berlaku. Maksudnya, jika ada orang yang sudah menikah, baik laki-laki maupun perempuan, dan mereka berzina, maka hukumannya adalah rajam hingga mati. Ini adalah hukuman yang sangat mengerikan, belum lagi siksa di alam kubur dan neraka bagi para pezina. Oleh karena itu, kita harus benar-benar menjauhi perbuatan zina. Dalam Al-Qur&#8217;an, Allah berfirman: &#8220;Janganlah mendekati zina, karena zina adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk.&#8221; (QS. Al-Isra&#8217;: 32). Untuk menghindari zina, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan: 1. Hindari melihat yang diharamkan, terutama yang berkaitan dengan aurat wanita, karena pandangan haram dapat memicu syahwat. Ketika syahwat tersulut, seseorang bisa mencari pelampiasan, dan jika dia memiliki banyak peluang, dia bisa tergoda untuk terjerumus dalam zina. 2. Menjauhi lingkungan yang buruk. Lingkungan yang mendorong kita ke perbuatan zina harus kita tinggalkan. Misalnya, teman-teman yang suka pacaran atau menggoda kita untuk melakukan pacaran. Kita harus benar-benar menjauh dari lingkungan seperti itu. 3. Berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala agar kita dijauhkan dari fitnah, baik fitnah syahwat maupun syubhat. Zina adalah fitnah yang berkaitan dengan syahwat. Maka, berlindunglah kepada Allah dari fitnah ini, terutama di zaman sekarang di mana fitnah syahwat sangat kuat dan mudah menghampiri kita. Kita butuh pertolongan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala untuk menyelamatkan kita dari godaan tersebut. Demikian nasihat ini, semoga bermanfaat. wallahu a&#8217;lam. Jawaban berupa video dapat anda saksikan dengan klik link ini.","og_url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/bagaimana-caranya-menjauhi-perbuatan-zina\/","og_site_name":"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/DewanFatwaPA","article_published_time":"2025-02-16T07:27:16+00:00","og_image":[{"width":1642,"height":1094,"url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/pexels-n-voitkevich-5712871.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Ustadz Dr. Musyafa Ad Dariny,MA","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ustadz Dr. Musyafa Ad Dariny,MA","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/bagaimana-caranya-menjauhi-perbuatan-zina#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/bagaimana-caranya-menjauhi-perbuatan-zina"},"author":{"name":"Ustadz Dr. Musyafa Ad Dariny,MA","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#\/schema\/person\/92245892b0aa200ec51b639cca588c67"},"headline":"Bagaimana caranya menjauhi perbuatan zina?","datePublished":"2025-02-16T07:27:16+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/bagaimana-caranya-menjauhi-perbuatan-zina"},"wordCount":329,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/bagaimana-caranya-menjauhi-perbuatan-zina#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/pexels-n-voitkevich-5712871.jpg","articleSection":["Aqidah"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.dewanfatwa.com\/bagaimana-caranya-menjauhi-perbuatan-zina#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/bagaimana-caranya-menjauhi-perbuatan-zina","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/bagaimana-caranya-menjauhi-perbuatan-zina","name":"Bagaimana caranya menjauhi perbuatan zina? - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/bagaimana-caranya-menjauhi-perbuatan-zina#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/bagaimana-caranya-menjauhi-perbuatan-zina#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/pexels-n-voitkevich-5712871.jpg","datePublished":"2025-02-16T07:27:16+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/bagaimana-caranya-menjauhi-perbuatan-zina#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.dewanfatwa.com\/bagaimana-caranya-menjauhi-perbuatan-zina"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/bagaimana-caranya-menjauhi-perbuatan-zina#primaryimage","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/pexels-n-voitkevich-5712871.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/pexels-n-voitkevich-5712871.jpg","width":1642,"height":1094},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/bagaimana-caranya-menjauhi-perbuatan-zina#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bagaimana caranya menjauhi perbuatan zina?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#website","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/","name":"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","description":"Website Resmi Dewan Fatwa","publisher":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#organization","name":"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/logodfpa-w.png","contentUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/logodfpa-w.png","width":3085,"height":581,"caption":"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad"},"image":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/DewanFatwaPA","https:\/\/www.instagram.com\/dewanfatwapa\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#\/schema\/person\/92245892b0aa200ec51b639cca588c67","name":"Ustadz Dr. Musyafa Ad Dariny,MA","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Ustadz-Musyaffa-1-150x150.webp","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Ustadz-Musyaffa-1-150x150.webp","contentUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Ustadz-Musyaffa-1-150x150.webp","caption":"Ustadz Dr. Musyafa Ad Dariny,MA"},"description":"Anggota Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad. Beliau lulusan S1 Syariah, lalu S2 Qism Ushul Fikih, dan S3 Qism Ushul Fikih Universitas Islam Madinah","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/author\/musyafa"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/997","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=997"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/997\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":999,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/997\/revisions\/999"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/998"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=997"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=997"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=997"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}