{"id":367,"date":"2025-02-03T10:20:50","date_gmt":"2025-02-03T10:20:50","guid":{"rendered":"https:\/\/ppt.hostdfpa.my.id\/?p=367"},"modified":"2025-02-08T21:30:54","modified_gmt":"2025-02-08T14:30:54","slug":"hukum-penghasilan-dari-bekerja-yang-seringkali-meninggalkan-sholat-wajib","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/hukum-penghasilan-dari-bekerja-yang-seringkali-meninggalkan-sholat-wajib","title":{"rendered":"Hukum Penghasilan Dari Bekerja Yang Seringkali Meninggalkan Sholat Wajib"},"content":{"rendered":"<p><b>Gunawan :\u00a0<\/b><\/p>\n<div class=\"su-quote su-quote-style-default\">\n<blockquote>\n<div class=\"su-quote-inner su-u-clearfix su-u-trim\">\u201cAssalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustadz, izin bertanya. Ustadz izin bertanya, saya seorang pekerja &amp; bekerja sebagai kuli di pasar. Yang jadi pertanyaan saya, banyak dari teman-teman kami yang alhamdulillah semangat sekali dalam bekerja. Namun mereka banyak yang lalai dari perintah sholat apalagi puasa. Bagaimana hukum hasil kerjanya yang diberikan untuk keluarganya Ustadz? Sumbernya halal tapi mereka meninggalkan sholat yang wajib Ustadz.\u201d<\/div>\n<\/blockquote>\n<\/div>\n<p><b>Ustadz Menjawab :<\/b><\/p>\n<p>Barakallahu fiik wa atsabakumullah, kepada saudara Gunawan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta\u2019ala menambahkan taufik hidayah kepada Anda, keluarga, dan juga seluruh pemirsa dimanapun Anda berada.<\/p>\n<p>Penghasilan mereka selama mereka, jasa yang mereka jual, pekerjaan yang mereka lakukan itu halal maka penghasilan mereka halal. Namun tentu mereka berdosa. Tidak berpuasa, dosa. Tidak sholat, maka dosa. Dan memberi teladan yang buruk kepada anak dan istri itupun dosa. Bahkan bisa jadi itu dosa yang lebih besar dibanding sekedar tidak puasa, karena ketika meninggal, tidak puasa selesai dosanya.<\/p>\n<p>Tapi ketika ternyata keteladanan negatif itu diberikan dan diikuti oleh anak dan cucu, oleh kerabat, keluarga maka itu dosa yang akan berkepanjangan dan berbuntut.<\/p>\n<p>Kenapa?<\/p>\n<p>Karena ternyata yang menjadikan anak cucu mereka tidak berpuasa adalah karena mereka meneladani, \u201cbapak dulu ramadhan juga nggak puasa, kakek dulu ramadhan juga nggak puasa\u201d. Akhirnya mereka menjadi turut berbuat dosa mengikuti langkah yang buruk tersebut.<\/p>\n<p>Dan tentunya akan menjadi dosa yang berkepanjangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">\u00a0\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0633\u064e\u0646\u064e\u0651 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0633\u0652\u0644\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0633\u064f\u0646\u064e\u0651\u0629\u064b \u0633\u064e\u064a\u0650\u0651\u0626\u064e\u0629\u064b\u060c \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u0650\u0632\u0652\u0631\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0648\u0650\u0632\u0652\u0631\u064f \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064e \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650\u060c \u0645\u0650\u0646\u0652 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064e\u0646\u0652\u0642\u064f\u0635\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0632\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621<\/p>\n<p>\u201cSiapa pun yang mengerjakan suatu amalan yang buruk, dan kemudian amalan itu ditiru diteladani orang lain, maka dia menanggung dosa amalan tersebut dan dosa semua orang yang meneladaninya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun\u201d (HR. Muslim). Naudzubillah min dzalik. Wallahu ta\u2019ala a\u2019lam.<\/p>\n<p>***<\/p>\n<p><em>Dijawab oleh Ustadz. Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A. \u062d\u0641\u0638\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647<\/em><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gunawan :\u00a0 \u201cAssalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustadz, izin bertanya. Ustadz izin bertanya, saya seorang pekerja &amp; bekerja sebagai kuli di pasar. Yang jadi pertanyaan saya, banyak dari teman-teman kami yang alhamdulillah semangat sekali dalam bekerja. Namun mereka banyak yang lalai dari perintah sholat apalagi puasa. Bagaimana hukum hasil kerjanya yang diberikan untuk keluarganya Ustadz? Sumbernya halal tapi mereka meninggalkan sholat yang wajib Ustadz.\u201d Ustadz Menjawab : Barakallahu fiik wa atsabakumullah, kepada saudara Gunawan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta\u2019ala menambahkan taufik hidayah kepada Anda, keluarga, dan juga seluruh pemirsa dimanapun Anda berada. Penghasilan mereka selama mereka, jasa yang mereka jual, pekerjaan yang mereka lakukan itu halal maka penghasilan mereka halal. Namun tentu mereka berdosa. Tidak berpuasa, dosa. Tidak sholat, maka dosa. Dan memberi teladan yang buruk kepada anak dan istri itupun dosa. Bahkan bisa jadi itu dosa yang lebih besar dibanding sekedar tidak puasa, karena ketika meninggal, tidak puasa selesai dosanya. Tapi ketika ternyata keteladanan negatif itu diberikan dan diikuti oleh anak dan cucu, oleh kerabat, keluarga maka itu dosa yang akan berkepanjangan dan berbuntut. Kenapa? Karena ternyata yang menjadikan anak cucu mereka tidak berpuasa adalah karena mereka meneladani, \u201cbapak dulu ramadhan juga nggak puasa, kakek dulu ramadhan juga nggak puasa\u201d. Akhirnya mereka menjadi turut berbuat dosa mengikuti langkah yang buruk tersebut. Dan tentunya akan menjadi dosa yang berkepanjangan. \u00a0\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0633\u064e\u0646\u064e\u0651 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0633\u0652\u0644\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0633\u064f\u0646\u064e\u0651\u0629\u064b \u0633\u064e\u064a\u0650\u0651\u0626\u064e\u0629\u064b\u060c \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u0650\u0632\u0652\u0631\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0648\u0650\u0632\u0652\u0631\u064f \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064e \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650\u060c \u0645\u0650\u0646\u0652 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064e\u0646\u0652\u0642\u064f\u0635\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0632\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621 \u201cSiapa pun yang mengerjakan suatu amalan yang buruk, dan kemudian amalan itu ditiru diteladani orang lain, maka dia menanggung dosa amalan tersebut dan dosa semua orang yang meneladaninya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun\u201d (HR. Muslim). Naudzubillah min dzalik. Wallahu ta\u2019ala a\u2019lam. *** Dijawab oleh Ustadz. Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A. \u062d\u0641\u0638\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647<\/p>","protected":false},"author":4,"featured_media":368,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5,3],"tags":[],"class_list":["post-367","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aqidah","category-fiqih"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Hukum Penghasilan Dari Bekerja Yang Seringkali Meninggalkan Sholat Wajib - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/hukum-penghasilan-dari-bekerja-yang-seringkali-meninggalkan-sholat-wajib\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Hukum Penghasilan Dari Bekerja Yang Seringkali Meninggalkan Sholat Wajib - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Gunawan :\u00a0 \u201cAssalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustadz, izin bertanya. Ustadz izin bertanya, saya seorang pekerja &amp; bekerja sebagai kuli di pasar. Yang jadi pertanyaan saya, banyak dari teman-teman kami yang alhamdulillah semangat sekali dalam bekerja. Namun mereka banyak yang lalai dari perintah sholat apalagi puasa. Bagaimana hukum hasil kerjanya yang diberikan untuk keluarganya Ustadz? Sumbernya halal tapi mereka meninggalkan sholat yang wajib Ustadz.\u201d Ustadz Menjawab : Barakallahu fiik wa atsabakumullah, kepada saudara Gunawan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta\u2019ala menambahkan taufik hidayah kepada Anda, keluarga, dan juga seluruh pemirsa dimanapun Anda berada. Penghasilan mereka selama mereka, jasa yang mereka jual, pekerjaan yang mereka lakukan itu halal maka penghasilan mereka halal. Namun tentu mereka berdosa. Tidak berpuasa, dosa. Tidak sholat, maka dosa. Dan memberi teladan yang buruk kepada anak dan istri itupun dosa. Bahkan bisa jadi itu dosa yang lebih besar dibanding sekedar tidak puasa, karena ketika meninggal, tidak puasa selesai dosanya. Tapi ketika ternyata keteladanan negatif itu diberikan dan diikuti oleh anak dan cucu, oleh kerabat, keluarga maka itu dosa yang akan berkepanjangan dan berbuntut. Kenapa? Karena ternyata yang menjadikan anak cucu mereka tidak berpuasa adalah karena mereka meneladani, \u201cbapak dulu ramadhan juga nggak puasa, kakek dulu ramadhan juga nggak puasa\u201d. Akhirnya mereka menjadi turut berbuat dosa mengikuti langkah yang buruk tersebut. Dan tentunya akan menjadi dosa yang berkepanjangan. \u00a0\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0633\u064e\u0646\u064e\u0651 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0633\u0652\u0644\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0633\u064f\u0646\u064e\u0651\u0629\u064b \u0633\u064e\u064a\u0650\u0651\u0626\u064e\u0629\u064b\u060c \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u0650\u0632\u0652\u0631\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0648\u0650\u0632\u0652\u0631\u064f \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064e \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650\u060c \u0645\u0650\u0646\u0652 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064e\u0646\u0652\u0642\u064f\u0635\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0632\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621 \u201cSiapa pun yang mengerjakan suatu amalan yang buruk, dan kemudian amalan itu ditiru diteladani orang lain, maka dia menanggung dosa amalan tersebut dan dosa semua orang yang meneladaninya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun\u201d (HR. Muslim). Naudzubillah min dzalik. Wallahu ta\u2019ala a\u2019lam. *** Dijawab oleh Ustadz. Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A. \u062d\u0641\u0638\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/hukum-penghasilan-dari-bekerja-yang-seringkali-meninggalkan-sholat-wajib\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/DewanFatwaPA\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-02-03T10:20:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-02-08T14:30:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/pexels-michael-burrows-7129547.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1067\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri,MA\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri,MA\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-penghasilan-dari-bekerja-yang-seringkali-meninggalkan-sholat-wajib#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-penghasilan-dari-bekerja-yang-seringkali-meninggalkan-sholat-wajib\"},\"author\":{\"name\":\"Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri,MA\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/04048d6fe295e8e4b96536b4990d2bd2\"},\"headline\":\"Hukum Penghasilan Dari Bekerja Yang Seringkali Meninggalkan Sholat Wajib\",\"datePublished\":\"2025-02-03T10:20:50+00:00\",\"dateModified\":\"2025-02-08T14:30:54+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-penghasilan-dari-bekerja-yang-seringkali-meninggalkan-sholat-wajib\"},\"wordCount\":277,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-penghasilan-dari-bekerja-yang-seringkali-meninggalkan-sholat-wajib#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/pexels-michael-burrows-7129547.jpg\",\"articleSection\":[\"Aqidah\",\"Fiqih\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-penghasilan-dari-bekerja-yang-seringkali-meninggalkan-sholat-wajib#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-penghasilan-dari-bekerja-yang-seringkali-meninggalkan-sholat-wajib\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-penghasilan-dari-bekerja-yang-seringkali-meninggalkan-sholat-wajib\",\"name\":\"Hukum Penghasilan Dari Bekerja Yang Seringkali Meninggalkan Sholat Wajib - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-penghasilan-dari-bekerja-yang-seringkali-meninggalkan-sholat-wajib#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-penghasilan-dari-bekerja-yang-seringkali-meninggalkan-sholat-wajib#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/pexels-michael-burrows-7129547.jpg\",\"datePublished\":\"2025-02-03T10:20:50+00:00\",\"dateModified\":\"2025-02-08T14:30:54+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-penghasilan-dari-bekerja-yang-seringkali-meninggalkan-sholat-wajib#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-penghasilan-dari-bekerja-yang-seringkali-meninggalkan-sholat-wajib\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-penghasilan-dari-bekerja-yang-seringkali-meninggalkan-sholat-wajib#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/pexels-michael-burrows-7129547.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/pexels-michael-burrows-7129547.jpg\",\"width\":1600,\"height\":1067},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-penghasilan-dari-bekerja-yang-seringkali-meninggalkan-sholat-wajib#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Hukum Penghasilan Dari Bekerja Yang Seringkali Meninggalkan Sholat Wajib\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/\",\"name\":\"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\",\"description\":\"Website Resmi Dewan Fatwa\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#organization\",\"name\":\"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/logodfpa-w.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/logodfpa-w.png\",\"width\":3085,\"height\":581,\"caption\":\"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/DewanFatwaPA\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/dewanfatwapa\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/04048d6fe295e8e4b96536b4990d2bd2\",\"name\":\"Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri,MA\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/Ustadz-Arifin-2-150x150.webp\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/Ustadz-Arifin-2-150x150.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/Ustadz-Arifin-2-150x150.webp\",\"caption\":\"Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri,MA\"},\"description\":\"Wakil Ketua Merangkap Anggota Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad. Beliau S1 Fakultas Syari\u2019ah, Islamic University of Madinah, lalu S2 Jurusan Fiqih, Fakultas Syari\u2019ah, Islamic University of Madinah, Dan S3 Jurusan Fiqih, Fakultas Syari\u2019ah, Islamic University of Madinah Saudi Arabia\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/en\\\/author\\\/arifinbadri\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Hukum Penghasilan Dari Bekerja Yang Seringkali Meninggalkan Sholat Wajib - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/hukum-penghasilan-dari-bekerja-yang-seringkali-meninggalkan-sholat-wajib\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Hukum Penghasilan Dari Bekerja Yang Seringkali Meninggalkan Sholat Wajib - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","og_description":"Gunawan :\u00a0 \u201cAssalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustadz, izin bertanya. Ustadz izin bertanya, saya seorang pekerja &amp; bekerja sebagai kuli di pasar. Yang jadi pertanyaan saya, banyak dari teman-teman kami yang alhamdulillah semangat sekali dalam bekerja. Namun mereka banyak yang lalai dari perintah sholat apalagi puasa. Bagaimana hukum hasil kerjanya yang diberikan untuk keluarganya Ustadz? Sumbernya halal tapi mereka meninggalkan sholat yang wajib Ustadz.\u201d Ustadz Menjawab : Barakallahu fiik wa atsabakumullah, kepada saudara Gunawan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta\u2019ala menambahkan taufik hidayah kepada Anda, keluarga, dan juga seluruh pemirsa dimanapun Anda berada. Penghasilan mereka selama mereka, jasa yang mereka jual, pekerjaan yang mereka lakukan itu halal maka penghasilan mereka halal. Namun tentu mereka berdosa. Tidak berpuasa, dosa. Tidak sholat, maka dosa. Dan memberi teladan yang buruk kepada anak dan istri itupun dosa. Bahkan bisa jadi itu dosa yang lebih besar dibanding sekedar tidak puasa, karena ketika meninggal, tidak puasa selesai dosanya. Tapi ketika ternyata keteladanan negatif itu diberikan dan diikuti oleh anak dan cucu, oleh kerabat, keluarga maka itu dosa yang akan berkepanjangan dan berbuntut. Kenapa? Karena ternyata yang menjadikan anak cucu mereka tidak berpuasa adalah karena mereka meneladani, \u201cbapak dulu ramadhan juga nggak puasa, kakek dulu ramadhan juga nggak puasa\u201d. Akhirnya mereka menjadi turut berbuat dosa mengikuti langkah yang buruk tersebut. Dan tentunya akan menjadi dosa yang berkepanjangan. \u00a0\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0633\u064e\u0646\u064e\u0651 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0625\u0650\u0633\u0652\u0644\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0633\u064f\u0646\u064e\u0651\u0629\u064b \u0633\u064e\u064a\u0650\u0651\u0626\u064e\u0629\u064b\u060c \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u0650\u0632\u0652\u0631\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0648\u0650\u0632\u0652\u0631\u064f \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064e \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0647\u0650\u060c \u0645\u0650\u0646\u0652 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064e\u0646\u0652\u0642\u064f\u0635\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0648\u0652\u0632\u064e\u0627\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621 \u201cSiapa pun yang mengerjakan suatu amalan yang buruk, dan kemudian amalan itu ditiru diteladani orang lain, maka dia menanggung dosa amalan tersebut dan dosa semua orang yang meneladaninya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun\u201d (HR. Muslim). Naudzubillah min dzalik. Wallahu ta\u2019ala a\u2019lam. *** Dijawab oleh Ustadz. Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A. \u062d\u0641\u0638\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647","og_url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/hukum-penghasilan-dari-bekerja-yang-seringkali-meninggalkan-sholat-wajib\/","og_site_name":"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/DewanFatwaPA","article_published_time":"2025-02-03T10:20:50+00:00","article_modified_time":"2025-02-08T14:30:54+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":1067,"url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/pexels-michael-burrows-7129547.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri,MA","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri,MA","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-penghasilan-dari-bekerja-yang-seringkali-meninggalkan-sholat-wajib#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-penghasilan-dari-bekerja-yang-seringkali-meninggalkan-sholat-wajib"},"author":{"name":"Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri,MA","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#\/schema\/person\/04048d6fe295e8e4b96536b4990d2bd2"},"headline":"Hukum Penghasilan Dari Bekerja Yang Seringkali Meninggalkan Sholat Wajib","datePublished":"2025-02-03T10:20:50+00:00","dateModified":"2025-02-08T14:30:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-penghasilan-dari-bekerja-yang-seringkali-meninggalkan-sholat-wajib"},"wordCount":277,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-penghasilan-dari-bekerja-yang-seringkali-meninggalkan-sholat-wajib#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/pexels-michael-burrows-7129547.jpg","articleSection":["Aqidah","Fiqih"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-penghasilan-dari-bekerja-yang-seringkali-meninggalkan-sholat-wajib#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-penghasilan-dari-bekerja-yang-seringkali-meninggalkan-sholat-wajib","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-penghasilan-dari-bekerja-yang-seringkali-meninggalkan-sholat-wajib","name":"Hukum Penghasilan Dari Bekerja Yang Seringkali Meninggalkan Sholat Wajib - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-penghasilan-dari-bekerja-yang-seringkali-meninggalkan-sholat-wajib#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-penghasilan-dari-bekerja-yang-seringkali-meninggalkan-sholat-wajib#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/pexels-michael-burrows-7129547.jpg","datePublished":"2025-02-03T10:20:50+00:00","dateModified":"2025-02-08T14:30:54+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-penghasilan-dari-bekerja-yang-seringkali-meninggalkan-sholat-wajib#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-penghasilan-dari-bekerja-yang-seringkali-meninggalkan-sholat-wajib"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-penghasilan-dari-bekerja-yang-seringkali-meninggalkan-sholat-wajib#primaryimage","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/pexels-michael-burrows-7129547.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/pexels-michael-burrows-7129547.jpg","width":1600,"height":1067},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-penghasilan-dari-bekerja-yang-seringkali-meninggalkan-sholat-wajib#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Hukum Penghasilan Dari Bekerja Yang Seringkali Meninggalkan Sholat Wajib"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#website","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/","name":"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","description":"Website Resmi Dewan Fatwa","publisher":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#organization","name":"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/logodfpa-w.png","contentUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/logodfpa-w.png","width":3085,"height":581,"caption":"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad"},"image":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/DewanFatwaPA","https:\/\/www.instagram.com\/dewanfatwapa\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#\/schema\/person\/04048d6fe295e8e4b96536b4990d2bd2","name":"Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri,MA","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Ustadz-Arifin-2-150x150.webp","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Ustadz-Arifin-2-150x150.webp","contentUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Ustadz-Arifin-2-150x150.webp","caption":"Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri,MA"},"description":"Wakil Ketua Merangkap Anggota Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad. Beliau S1 Fakultas Syari\u2019ah, Islamic University of Madinah, lalu S2 Jurusan Fiqih, Fakultas Syari\u2019ah, Islamic University of Madinah, Dan S3 Jurusan Fiqih, Fakultas Syari\u2019ah, Islamic University of Madinah Saudi Arabia","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/author\/arifinbadri"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/367","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=367"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/367\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":792,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/367\/revisions\/792"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/368"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=367"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=367"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=367"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}