{"id":349,"date":"2025-02-03T10:01:54","date_gmt":"2025-02-03T10:01:54","guid":{"rendered":"https:\/\/ppt.hostdfpa.my.id\/?p=349"},"modified":"2025-02-08T21:31:26","modified_gmt":"2025-02-08T14:31:26","slug":"hukum-berhaji-dengan-dana-pensiun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/hukum-berhaji-dengan-dana-pensiun","title":{"rendered":"Hukum Berhaji Dengan Dana Pensiun"},"content":{"rendered":"<p><b>Penanya :<\/b>\u00a0Saudari Taufani di Banten, di kota Tangerang Selatan<\/p>\n<div class=\"su-quote su-quote-style-default\">\n<blockquote>\n<div class=\"su-quote-inner su-u-clearfix su-u-trim\">Tahun 2010 saya resign dari pekerjaan, di mana saya mendapatkan uang Jamsostek. Gaji dipotong untuk jaminan pensiun, kemudian uang tersebut saya setorkan untuk Haji reguler suami istri. Apakah haji saya sah? Pada saat itu saya belum mengenal sunnah. Saya takut haji saya tidak diterima Allah \u2018azza wa jalla.<\/div>\n<\/blockquote>\n<\/div>\n<p><b>Ustadz Menjawab :<\/b><\/p>\n<p>Baik barakallahu fiik wa\u00a0atsabakumullah kepada\u00a0Saudari Taufani atas kebersamaannya. Semoga Allah subhanahu wa ta\u2019ala menambahkan taufik hidayah kepada Anda dan juga seluruh pemirsa fatwa TV di manapun Anda berada.<\/p>\n<p>Uang Jamsostek yang mekanismenya sebagiannya dipotongkan dari gaji karyawan dan selebihnya ditanggung oleh kantor atau instansi maka secara hukum itu halal. Sehingga Boleh Anda gunakan untuk apapun dari kepulauan Anda, termasuk untuk membayar setoran biaya keberangkatan ibadah haji Anda ataupun umroh Anda.<\/p>\n<p>Karena Jamsostek itu sejatinya adalah pemberian dari perusahaan ataupun dari instansi anda karena gaji itu tidak pernah Anda terima. Potongan itu tidak pernah diserahkan kepada anda, itu betul-betul dari kantor kemudian langsung disetorkan ke BPJS. Sehingga sebagai karyawan, sebagai PNS, Anda hanya menerima, tanpa tahu menahu dan tanpa pernah menerima iuran tersebut tanpa pernah sampai ke tangan Anda.<\/p>\n<p>Yang terjadi itu hanya laporan-laporan secara administratif saja bahwa gaji anda dipotong sekian rupiah atau sekian persen. Tapi faktanya uang tersebut dari kantor anda langsung ditransfer kan ke BPJS. Sehingga yang sebetulnya yang terjadi itu hanya sekedar proses administrasi yang mengesankan bahwa Anda memiliki gaji sekian rupa yang dipotong, tetapi faktanya, kenyataannya, uang itu langsung dibayarkan dari kantor Anda ke kantor BPJS. sehingga sejatinya itu adalah pemberian dari lembaga Anda atau perusahaan anda sebagai apresiasi atas pengabdian dan kinerja Anda selama berstatus sebagai karyawan mereka ataupun sebagai PNS. Wallahu ta\u2019ala a\u2019lam.<\/p>\n<p>***<\/p>\n<p><em>Dijawab oleh Ustadz. Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A. \u062d\u0641\u0638\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647<\/em><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penanya :\u00a0Saudari Taufani di Banten, di kota Tangerang Selatan Tahun 2010 saya resign dari pekerjaan, di mana saya mendapatkan uang Jamsostek. Gaji dipotong untuk jaminan pensiun, kemudian uang tersebut saya setorkan untuk Haji reguler suami istri. Apakah haji saya sah? Pada saat itu saya belum mengenal sunnah. Saya takut haji saya tidak diterima Allah \u2018azza wa jalla. Ustadz Menjawab : Baik barakallahu fiik wa\u00a0atsabakumullah kepada\u00a0Saudari Taufani atas kebersamaannya. Semoga Allah subhanahu wa ta\u2019ala menambahkan taufik hidayah kepada Anda dan juga seluruh pemirsa fatwa TV di manapun Anda berada. Uang Jamsostek yang mekanismenya sebagiannya dipotongkan dari gaji karyawan dan selebihnya ditanggung oleh kantor atau instansi maka secara hukum itu halal. Sehingga Boleh Anda gunakan untuk apapun dari kepulauan Anda, termasuk untuk membayar setoran biaya keberangkatan ibadah haji Anda ataupun umroh Anda. Karena Jamsostek itu sejatinya adalah pemberian dari perusahaan ataupun dari instansi anda karena gaji itu tidak pernah Anda terima. Potongan itu tidak pernah diserahkan kepada anda, itu betul-betul dari kantor kemudian langsung disetorkan ke BPJS. Sehingga sebagai karyawan, sebagai PNS, Anda hanya menerima, tanpa tahu menahu dan tanpa pernah menerima iuran tersebut tanpa pernah sampai ke tangan Anda. Yang terjadi itu hanya laporan-laporan secara administratif saja bahwa gaji anda dipotong sekian rupiah atau sekian persen. Tapi faktanya uang tersebut dari kantor anda langsung ditransfer kan ke BPJS. Sehingga yang sebetulnya yang terjadi itu hanya sekedar proses administrasi yang mengesankan bahwa Anda memiliki gaji sekian rupa yang dipotong, tetapi faktanya, kenyataannya, uang itu langsung dibayarkan dari kantor Anda ke kantor BPJS. sehingga sejatinya itu adalah pemberian dari lembaga Anda atau perusahaan anda sebagai apresiasi atas pengabdian dan kinerja Anda selama berstatus sebagai karyawan mereka ataupun sebagai PNS. Wallahu ta\u2019ala a\u2019lam. *** Dijawab oleh Ustadz. Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A. \u062d\u0641\u0638\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647<\/p>","protected":false},"author":4,"featured_media":350,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,4],"tags":[],"class_list":["post-349","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fiqih","category-umroh-haji"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Hukum Berhaji Dengan Dana Pensiun - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/hukum-berhaji-dengan-dana-pensiun\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Hukum Berhaji Dengan Dana Pensiun - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penanya :\u00a0Saudari Taufani di Banten, di kota Tangerang Selatan Tahun 2010 saya resign dari pekerjaan, di mana saya mendapatkan uang Jamsostek. Gaji dipotong untuk jaminan pensiun, kemudian uang tersebut saya setorkan untuk Haji reguler suami istri. Apakah haji saya sah? Pada saat itu saya belum mengenal sunnah. Saya takut haji saya tidak diterima Allah \u2018azza wa jalla. Ustadz Menjawab : Baik barakallahu fiik wa\u00a0atsabakumullah kepada\u00a0Saudari Taufani atas kebersamaannya. Semoga Allah subhanahu wa ta\u2019ala menambahkan taufik hidayah kepada Anda dan juga seluruh pemirsa fatwa TV di manapun Anda berada. Uang Jamsostek yang mekanismenya sebagiannya dipotongkan dari gaji karyawan dan selebihnya ditanggung oleh kantor atau instansi maka secara hukum itu halal. Sehingga Boleh Anda gunakan untuk apapun dari kepulauan Anda, termasuk untuk membayar setoran biaya keberangkatan ibadah haji Anda ataupun umroh Anda. Karena Jamsostek itu sejatinya adalah pemberian dari perusahaan ataupun dari instansi anda karena gaji itu tidak pernah Anda terima. Potongan itu tidak pernah diserahkan kepada anda, itu betul-betul dari kantor kemudian langsung disetorkan ke BPJS. Sehingga sebagai karyawan, sebagai PNS, Anda hanya menerima, tanpa tahu menahu dan tanpa pernah menerima iuran tersebut tanpa pernah sampai ke tangan Anda. Yang terjadi itu hanya laporan-laporan secara administratif saja bahwa gaji anda dipotong sekian rupiah atau sekian persen. Tapi faktanya uang tersebut dari kantor anda langsung ditransfer kan ke BPJS. Sehingga yang sebetulnya yang terjadi itu hanya sekedar proses administrasi yang mengesankan bahwa Anda memiliki gaji sekian rupa yang dipotong, tetapi faktanya, kenyataannya, uang itu langsung dibayarkan dari kantor Anda ke kantor BPJS. sehingga sejatinya itu adalah pemberian dari lembaga Anda atau perusahaan anda sebagai apresiasi atas pengabdian dan kinerja Anda selama berstatus sebagai karyawan mereka ataupun sebagai PNS. Wallahu ta\u2019ala a\u2019lam. *** Dijawab oleh Ustadz. Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A. \u062d\u0641\u0638\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/hukum-berhaji-dengan-dana-pensiun\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/DewanFatwaPA\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-02-03T10:01:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-02-08T14:31:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/pexels-haydan-as-soendawy-730525-2895295.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1067\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri,MA\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri,MA\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-berhaji-dengan-dana-pensiun#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-berhaji-dengan-dana-pensiun\"},\"author\":{\"name\":\"Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri,MA\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/04048d6fe295e8e4b96536b4990d2bd2\"},\"headline\":\"Hukum Berhaji Dengan Dana Pensiun\",\"datePublished\":\"2025-02-03T10:01:54+00:00\",\"dateModified\":\"2025-02-08T14:31:26+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-berhaji-dengan-dana-pensiun\"},\"wordCount\":296,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-berhaji-dengan-dana-pensiun#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/pexels-haydan-as-soendawy-730525-2895295.jpg\",\"articleSection\":[\"Fiqih\",\"Umroh &amp; Haji\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-berhaji-dengan-dana-pensiun#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-berhaji-dengan-dana-pensiun\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-berhaji-dengan-dana-pensiun\",\"name\":\"Hukum Berhaji Dengan Dana Pensiun - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-berhaji-dengan-dana-pensiun#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-berhaji-dengan-dana-pensiun#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/pexels-haydan-as-soendawy-730525-2895295.jpg\",\"datePublished\":\"2025-02-03T10:01:54+00:00\",\"dateModified\":\"2025-02-08T14:31:26+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-berhaji-dengan-dana-pensiun#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-berhaji-dengan-dana-pensiun\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-berhaji-dengan-dana-pensiun#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/pexels-haydan-as-soendawy-730525-2895295.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/pexels-haydan-as-soendawy-730525-2895295.jpg\",\"width\":1600,\"height\":1067},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-berhaji-dengan-dana-pensiun#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Hukum Berhaji Dengan Dana Pensiun\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/\",\"name\":\"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\",\"description\":\"Website Resmi Dewan Fatwa\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#organization\",\"name\":\"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/logodfpa-w.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/logodfpa-w.png\",\"width\":3085,\"height\":581,\"caption\":\"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/DewanFatwaPA\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/dewanfatwapa\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/04048d6fe295e8e4b96536b4990d2bd2\",\"name\":\"Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri,MA\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/Ustadz-Arifin-2-150x150.webp\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/Ustadz-Arifin-2-150x150.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/Ustadz-Arifin-2-150x150.webp\",\"caption\":\"Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri,MA\"},\"description\":\"Wakil Ketua Merangkap Anggota Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad. Beliau S1 Fakultas Syari\u2019ah, Islamic University of Madinah, lalu S2 Jurusan Fiqih, Fakultas Syari\u2019ah, Islamic University of Madinah, Dan S3 Jurusan Fiqih, Fakultas Syari\u2019ah, Islamic University of Madinah Saudi Arabia\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/en\\\/author\\\/arifinbadri\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Hukum Berhaji Dengan Dana Pensiun - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/hukum-berhaji-dengan-dana-pensiun\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Hukum Berhaji Dengan Dana Pensiun - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","og_description":"Penanya :\u00a0Saudari Taufani di Banten, di kota Tangerang Selatan Tahun 2010 saya resign dari pekerjaan, di mana saya mendapatkan uang Jamsostek. Gaji dipotong untuk jaminan pensiun, kemudian uang tersebut saya setorkan untuk Haji reguler suami istri. Apakah haji saya sah? Pada saat itu saya belum mengenal sunnah. Saya takut haji saya tidak diterima Allah \u2018azza wa jalla. Ustadz Menjawab : Baik barakallahu fiik wa\u00a0atsabakumullah kepada\u00a0Saudari Taufani atas kebersamaannya. Semoga Allah subhanahu wa ta\u2019ala menambahkan taufik hidayah kepada Anda dan juga seluruh pemirsa fatwa TV di manapun Anda berada. Uang Jamsostek yang mekanismenya sebagiannya dipotongkan dari gaji karyawan dan selebihnya ditanggung oleh kantor atau instansi maka secara hukum itu halal. Sehingga Boleh Anda gunakan untuk apapun dari kepulauan Anda, termasuk untuk membayar setoran biaya keberangkatan ibadah haji Anda ataupun umroh Anda. Karena Jamsostek itu sejatinya adalah pemberian dari perusahaan ataupun dari instansi anda karena gaji itu tidak pernah Anda terima. Potongan itu tidak pernah diserahkan kepada anda, itu betul-betul dari kantor kemudian langsung disetorkan ke BPJS. Sehingga sebagai karyawan, sebagai PNS, Anda hanya menerima, tanpa tahu menahu dan tanpa pernah menerima iuran tersebut tanpa pernah sampai ke tangan Anda. Yang terjadi itu hanya laporan-laporan secara administratif saja bahwa gaji anda dipotong sekian rupiah atau sekian persen. Tapi faktanya uang tersebut dari kantor anda langsung ditransfer kan ke BPJS. Sehingga yang sebetulnya yang terjadi itu hanya sekedar proses administrasi yang mengesankan bahwa Anda memiliki gaji sekian rupa yang dipotong, tetapi faktanya, kenyataannya, uang itu langsung dibayarkan dari kantor Anda ke kantor BPJS. sehingga sejatinya itu adalah pemberian dari lembaga Anda atau perusahaan anda sebagai apresiasi atas pengabdian dan kinerja Anda selama berstatus sebagai karyawan mereka ataupun sebagai PNS. Wallahu ta\u2019ala a\u2019lam. *** Dijawab oleh Ustadz. Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A. \u062d\u0641\u0638\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647","og_url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/hukum-berhaji-dengan-dana-pensiun\/","og_site_name":"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/DewanFatwaPA","article_published_time":"2025-02-03T10:01:54+00:00","article_modified_time":"2025-02-08T14:31:26+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":1067,"url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/pexels-haydan-as-soendawy-730525-2895295.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri,MA","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri,MA","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-berhaji-dengan-dana-pensiun#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-berhaji-dengan-dana-pensiun"},"author":{"name":"Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri,MA","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#\/schema\/person\/04048d6fe295e8e4b96536b4990d2bd2"},"headline":"Hukum Berhaji Dengan Dana Pensiun","datePublished":"2025-02-03T10:01:54+00:00","dateModified":"2025-02-08T14:31:26+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-berhaji-dengan-dana-pensiun"},"wordCount":296,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-berhaji-dengan-dana-pensiun#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/pexels-haydan-as-soendawy-730525-2895295.jpg","articleSection":["Fiqih","Umroh &amp; Haji"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-berhaji-dengan-dana-pensiun#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-berhaji-dengan-dana-pensiun","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-berhaji-dengan-dana-pensiun","name":"Hukum Berhaji Dengan Dana Pensiun - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-berhaji-dengan-dana-pensiun#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-berhaji-dengan-dana-pensiun#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/pexels-haydan-as-soendawy-730525-2895295.jpg","datePublished":"2025-02-03T10:01:54+00:00","dateModified":"2025-02-08T14:31:26+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-berhaji-dengan-dana-pensiun#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-berhaji-dengan-dana-pensiun"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-berhaji-dengan-dana-pensiun#primaryimage","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/pexels-haydan-as-soendawy-730525-2895295.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/pexels-haydan-as-soendawy-730525-2895295.jpg","width":1600,"height":1067},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-berhaji-dengan-dana-pensiun#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Hukum Berhaji Dengan Dana Pensiun"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#website","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/","name":"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","description":"Website Resmi Dewan Fatwa","publisher":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#organization","name":"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/logodfpa-w.png","contentUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/logodfpa-w.png","width":3085,"height":581,"caption":"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad"},"image":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/DewanFatwaPA","https:\/\/www.instagram.com\/dewanfatwapa\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#\/schema\/person\/04048d6fe295e8e4b96536b4990d2bd2","name":"Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri,MA","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Ustadz-Arifin-2-150x150.webp","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Ustadz-Arifin-2-150x150.webp","contentUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Ustadz-Arifin-2-150x150.webp","caption":"Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri,MA"},"description":"Wakil Ketua Merangkap Anggota Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad. Beliau S1 Fakultas Syari\u2019ah, Islamic University of Madinah, lalu S2 Jurusan Fiqih, Fakultas Syari\u2019ah, Islamic University of Madinah, Dan S3 Jurusan Fiqih, Fakultas Syari\u2019ah, Islamic University of Madinah Saudi Arabia","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/author\/arifinbadri"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/349","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=349"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/349\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":793,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/349\/revisions\/793"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/350"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=349"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=349"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=349"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}