{"id":1381,"date":"2025-07-28T08:01:06","date_gmt":"2025-07-28T01:01:06","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/?p=1381"},"modified":"2025-07-28T08:01:06","modified_gmt":"2025-07-28T01:01:06","slug":"bagaimana-cara-menyikapi-keluarga-yang-masih-melakukan-amalan-bidah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/bagaimana-cara-menyikapi-keluarga-yang-masih-melakukan-amalan-bidah","title":{"rendered":"Bagaimana Cara Menyikapi Keluarga yang Masih Melakukan Amalan Bid&#8217;ah?"},"content":{"rendered":"<p>Penanya\u00a0<strong>(<span data-sheets-root=\"1\">Hamba Allah di Jawa Timur<\/span>):<\/strong><\/p>\n<blockquote><p>Masih berkaitan dengan amalan bid&#8217;ah: bagaimana cara menyikapi keluarga yang masih melakukan amalan bid&#8217;ah?<\/p><\/blockquote>\n<p><strong>Jawaban:<\/strong><\/p>\n<p>Sebagai kerabat yang memiliki hubungan darah, tentu kita diperintahkan untuk tetap menjaga tali silaturahim.<\/p>\n<p>Meskipun mungkin mereka terkadang membuat kita merasa tidak nyaman, kita tetap harus berusaha menjalin hubungan yang baik dengan terus berkunjung, memberi hadiah, dan menjaga komunikasi. Semoga melalui pendekatan tersebut, dakwah kita kepada mereka menjadi lebih mudah diterima.<\/p>\n<p>Adapun jika perbedaan tersebut justru menjadikan kita menjauh, enggan bersilaturahim, tidak menyapa, atau bahkan bermuka masam, maka itu justru akan memperburuk keadaan. Dakwah itu pada dasarnya sudah berat. Jika tidak disertai dengan akhlak yang baik, maka akan menjadi semakin berat.<\/p>\n<p>Nabi Muhammad Shallallahu \u2018Alaihi Wasallam pun dahulu berdakwah kepada keluarga beliau sendiri, mengajak kepada tauhid. Namun tidak semua menerima dakwah beliau. Ada Abu Lahab dan yang lainnya yang justru menolak dan tidak beriman. Lalu bagaimana sikap Nabi Shallallahu \u2019Alaihi Wasallam? Beliau tetap menghormati mereka, tidak memutus tali silaturahim meskipun justru mereka yang lebih dahulu memutuskan hubungan.<\/p>\n<p>Dikisahkan, pernah suatu ketika Nabi Shallallahu \u2018Alaihi Wasallam berdakwah dan mengajak manusia untuk masuk Islam, namun pamannya, Abu Lahab, justru berada di belakang beliau dan menjelek-jelekkan beliau, mengatakan bahwa beliau adalah orang gila, dan memperingatkan orang-orang agar tidak mendengarkan ucapannya. Namun tidak pernah dinukil bahwa Nabi Shallallahu \u2018Alaihi Wasallam membalas dengan keburukan kepada pamannya. Beliau tetap bersabar dan melanjutkan dakwahnya dengan akhlak yang mulia.<\/p>\n<p>Tentunya, semua itu harus disertai dengan doa yang tulus. Semoga Allah Subhanahu wa Ta\u2019ala mengumpulkan kita dan keluarga kita di atas Islam dan sunnah.<\/p>\n<p>Barakallahu fikum.<\/p>\n<p>Wallahu a\u2019lam.<\/p>\n<p>***<br \/>\nJawaban dalam bentuk video dapat anda saksikan dengan\u00a0<a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=imyCfcCHH7w&amp;t=3154s\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">klik link ini<\/a>.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penanya\u00a0(Hamba Allah di Jawa Timur): Masih berkaitan dengan amalan bid&#8217;ah: bagaimana cara menyikapi keluarga yang masih melakukan amalan bid&#8217;ah? Jawaban: Sebagai kerabat yang memiliki hubungan darah, tentu kita diperintahkan untuk tetap menjaga tali silaturahim. Meskipun mungkin mereka terkadang membuat kita merasa tidak nyaman, kita tetap harus berusaha menjalin hubungan yang baik dengan terus berkunjung, memberi hadiah, dan menjaga komunikasi. Semoga melalui pendekatan tersebut, dakwah kita kepada mereka menjadi lebih mudah diterima. Adapun jika perbedaan tersebut justru menjadikan kita menjauh, enggan bersilaturahim, tidak menyapa, atau bahkan bermuka masam, maka itu justru akan memperburuk keadaan. Dakwah itu pada dasarnya sudah berat. Jika tidak disertai dengan akhlak yang baik, maka akan menjadi semakin berat. Nabi Muhammad Shallallahu \u2018Alaihi Wasallam pun dahulu berdakwah kepada keluarga beliau sendiri, mengajak kepada tauhid. Namun tidak semua menerima dakwah beliau. Ada Abu Lahab dan yang lainnya yang justru menolak dan tidak beriman. Lalu bagaimana sikap Nabi Shallallahu \u2019Alaihi Wasallam? Beliau tetap menghormati mereka, tidak memutus tali silaturahim meskipun justru mereka yang lebih dahulu memutuskan hubungan. Dikisahkan, pernah suatu ketika Nabi Shallallahu \u2018Alaihi Wasallam berdakwah dan mengajak manusia untuk masuk Islam, namun pamannya, Abu Lahab, justru berada di belakang beliau dan menjelek-jelekkan beliau, mengatakan bahwa beliau adalah orang gila, dan memperingatkan orang-orang agar tidak mendengarkan ucapannya. Namun tidak pernah dinukil bahwa Nabi Shallallahu \u2018Alaihi Wasallam membalas dengan keburukan kepada pamannya. Beliau tetap bersabar dan melanjutkan dakwahnya dengan akhlak yang mulia. Tentunya, semua itu harus disertai dengan doa yang tulus. Semoga Allah Subhanahu wa Ta\u2019ala mengumpulkan kita dan keluarga kita di atas Islam dan sunnah. Barakallahu fikum. Wallahu a\u2019lam. *** Jawaban dalam bentuk video dapat anda saksikan dengan\u00a0klik link ini.<\/p>","protected":false},"author":7,"featured_media":1382,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-1381","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aqidah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Bagaimana Cara Menyikapi Keluarga yang Masih Melakukan Amalan Bid&#039;ah? - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/bagaimana-cara-menyikapi-keluarga-yang-masih-melakukan-amalan-bidah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bagaimana Cara Menyikapi Keluarga yang Masih Melakukan Amalan Bid&#039;ah? - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penanya\u00a0(Hamba Allah di Jawa Timur): Masih berkaitan dengan amalan bid&#8217;ah: bagaimana cara menyikapi keluarga yang masih melakukan amalan bid&#8217;ah? Jawaban: Sebagai kerabat yang memiliki hubungan darah, tentu kita diperintahkan untuk tetap menjaga tali silaturahim. Meskipun mungkin mereka terkadang membuat kita merasa tidak nyaman, kita tetap harus berusaha menjalin hubungan yang baik dengan terus berkunjung, memberi hadiah, dan menjaga komunikasi. Semoga melalui pendekatan tersebut, dakwah kita kepada mereka menjadi lebih mudah diterima. Adapun jika perbedaan tersebut justru menjadikan kita menjauh, enggan bersilaturahim, tidak menyapa, atau bahkan bermuka masam, maka itu justru akan memperburuk keadaan. Dakwah itu pada dasarnya sudah berat. Jika tidak disertai dengan akhlak yang baik, maka akan menjadi semakin berat. Nabi Muhammad Shallallahu \u2018Alaihi Wasallam pun dahulu berdakwah kepada keluarga beliau sendiri, mengajak kepada tauhid. Namun tidak semua menerima dakwah beliau. Ada Abu Lahab dan yang lainnya yang justru menolak dan tidak beriman. Lalu bagaimana sikap Nabi Shallallahu \u2019Alaihi Wasallam? Beliau tetap menghormati mereka, tidak memutus tali silaturahim meskipun justru mereka yang lebih dahulu memutuskan hubungan. Dikisahkan, pernah suatu ketika Nabi Shallallahu \u2018Alaihi Wasallam berdakwah dan mengajak manusia untuk masuk Islam, namun pamannya, Abu Lahab, justru berada di belakang beliau dan menjelek-jelekkan beliau, mengatakan bahwa beliau adalah orang gila, dan memperingatkan orang-orang agar tidak mendengarkan ucapannya. Namun tidak pernah dinukil bahwa Nabi Shallallahu \u2018Alaihi Wasallam membalas dengan keburukan kepada pamannya. Beliau tetap bersabar dan melanjutkan dakwahnya dengan akhlak yang mulia. Tentunya, semua itu harus disertai dengan doa yang tulus. Semoga Allah Subhanahu wa Ta\u2019ala mengumpulkan kita dan keluarga kita di atas Islam dan sunnah. Barakallahu fikum. Wallahu a\u2019lam. *** Jawaban dalam bentuk video dapat anda saksikan dengan\u00a0klik link ini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/bagaimana-cara-menyikapi-keluarga-yang-masih-melakukan-amalan-bidah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/DewanFatwaPA\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-28T01:01:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gemini_Generated_Image_y74oojy74oojy74o.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"614\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"614\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ustadz Dr. Abdullah Roy, MA\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ustadz Dr. Abdullah Roy, MA\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/bagaimana-cara-menyikapi-keluarga-yang-masih-melakukan-amalan-bidah#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/bagaimana-cara-menyikapi-keluarga-yang-masih-melakukan-amalan-bidah\"},\"author\":{\"name\":\"Ustadz Dr. Abdullah Roy, MA\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/71b322e4e10a5b6f9e2839524159c9d2\"},\"headline\":\"Bagaimana Cara Menyikapi Keluarga yang Masih Melakukan Amalan Bid&#8217;ah?\",\"datePublished\":\"2025-07-28T01:01:06+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/bagaimana-cara-menyikapi-keluarga-yang-masih-melakukan-amalan-bidah\"},\"wordCount\":285,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/bagaimana-cara-menyikapi-keluarga-yang-masih-melakukan-amalan-bidah#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/Gemini_Generated_Image_y74oojy74oojy74o.png\",\"articleSection\":[\"Aqidah\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/bagaimana-cara-menyikapi-keluarga-yang-masih-melakukan-amalan-bidah#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/bagaimana-cara-menyikapi-keluarga-yang-masih-melakukan-amalan-bidah\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/bagaimana-cara-menyikapi-keluarga-yang-masih-melakukan-amalan-bidah\",\"name\":\"Bagaimana Cara Menyikapi Keluarga yang Masih Melakukan Amalan Bid'ah? - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/bagaimana-cara-menyikapi-keluarga-yang-masih-melakukan-amalan-bidah#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/bagaimana-cara-menyikapi-keluarga-yang-masih-melakukan-amalan-bidah#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/Gemini_Generated_Image_y74oojy74oojy74o.png\",\"datePublished\":\"2025-07-28T01:01:06+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/bagaimana-cara-menyikapi-keluarga-yang-masih-melakukan-amalan-bidah#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/bagaimana-cara-menyikapi-keluarga-yang-masih-melakukan-amalan-bidah\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/bagaimana-cara-menyikapi-keluarga-yang-masih-melakukan-amalan-bidah#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/Gemini_Generated_Image_y74oojy74oojy74o.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/Gemini_Generated_Image_y74oojy74oojy74o.png\",\"width\":614,\"height\":614},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/bagaimana-cara-menyikapi-keluarga-yang-masih-melakukan-amalan-bidah#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bagaimana Cara Menyikapi Keluarga yang Masih Melakukan Amalan Bid&#8217;ah?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/\",\"name\":\"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\",\"description\":\"Website Resmi Dewan Fatwa\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#organization\",\"name\":\"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/logodfpa-w.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/logodfpa-w.png\",\"width\":3085,\"height\":581,\"caption\":\"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/DewanFatwaPA\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/dewanfatwapa\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/71b322e4e10a5b6f9e2839524159c9d2\",\"name\":\"Ustadz Dr. Abdullah Roy, MA\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/SCR-20250207-onpf.jpeg\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/SCR-20250207-onpf.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/SCR-20250207-onpf.jpeg\",\"caption\":\"Ustadz Dr. Abdullah Roy, MA\"},\"description\":\"Anggota Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad. Beliau lulusan S1 Fakultas Hadist lalu S2 Fakultas Dakwah Jurusan Aqidah, dan S3 Fakultas Dakwah Jurusan Aqidah Universitas Islam Madinah\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/en\\\/author\\\/roy\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bagaimana Cara Menyikapi Keluarga yang Masih Melakukan Amalan Bid'ah? - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/bagaimana-cara-menyikapi-keluarga-yang-masih-melakukan-amalan-bidah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Bagaimana Cara Menyikapi Keluarga yang Masih Melakukan Amalan Bid'ah? - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","og_description":"Penanya\u00a0(Hamba Allah di Jawa Timur): Masih berkaitan dengan amalan bid&#8217;ah: bagaimana cara menyikapi keluarga yang masih melakukan amalan bid&#8217;ah? Jawaban: Sebagai kerabat yang memiliki hubungan darah, tentu kita diperintahkan untuk tetap menjaga tali silaturahim. Meskipun mungkin mereka terkadang membuat kita merasa tidak nyaman, kita tetap harus berusaha menjalin hubungan yang baik dengan terus berkunjung, memberi hadiah, dan menjaga komunikasi. Semoga melalui pendekatan tersebut, dakwah kita kepada mereka menjadi lebih mudah diterima. Adapun jika perbedaan tersebut justru menjadikan kita menjauh, enggan bersilaturahim, tidak menyapa, atau bahkan bermuka masam, maka itu justru akan memperburuk keadaan. Dakwah itu pada dasarnya sudah berat. Jika tidak disertai dengan akhlak yang baik, maka akan menjadi semakin berat. Nabi Muhammad Shallallahu \u2018Alaihi Wasallam pun dahulu berdakwah kepada keluarga beliau sendiri, mengajak kepada tauhid. Namun tidak semua menerima dakwah beliau. Ada Abu Lahab dan yang lainnya yang justru menolak dan tidak beriman. Lalu bagaimana sikap Nabi Shallallahu \u2019Alaihi Wasallam? Beliau tetap menghormati mereka, tidak memutus tali silaturahim meskipun justru mereka yang lebih dahulu memutuskan hubungan. Dikisahkan, pernah suatu ketika Nabi Shallallahu \u2018Alaihi Wasallam berdakwah dan mengajak manusia untuk masuk Islam, namun pamannya, Abu Lahab, justru berada di belakang beliau dan menjelek-jelekkan beliau, mengatakan bahwa beliau adalah orang gila, dan memperingatkan orang-orang agar tidak mendengarkan ucapannya. Namun tidak pernah dinukil bahwa Nabi Shallallahu \u2018Alaihi Wasallam membalas dengan keburukan kepada pamannya. Beliau tetap bersabar dan melanjutkan dakwahnya dengan akhlak yang mulia. Tentunya, semua itu harus disertai dengan doa yang tulus. Semoga Allah Subhanahu wa Ta\u2019ala mengumpulkan kita dan keluarga kita di atas Islam dan sunnah. Barakallahu fikum. Wallahu a\u2019lam. *** Jawaban dalam bentuk video dapat anda saksikan dengan\u00a0klik link ini.","og_url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/bagaimana-cara-menyikapi-keluarga-yang-masih-melakukan-amalan-bidah\/","og_site_name":"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/DewanFatwaPA","article_published_time":"2025-07-28T01:01:06+00:00","og_image":[{"width":614,"height":614,"url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gemini_Generated_Image_y74oojy74oojy74o.png","type":"image\/png"}],"author":"Ustadz Dr. Abdullah Roy, MA","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ustadz Dr. Abdullah Roy, MA","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/bagaimana-cara-menyikapi-keluarga-yang-masih-melakukan-amalan-bidah#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/bagaimana-cara-menyikapi-keluarga-yang-masih-melakukan-amalan-bidah"},"author":{"name":"Ustadz Dr. Abdullah Roy, MA","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#\/schema\/person\/71b322e4e10a5b6f9e2839524159c9d2"},"headline":"Bagaimana Cara Menyikapi Keluarga yang Masih Melakukan Amalan Bid&#8217;ah?","datePublished":"2025-07-28T01:01:06+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/bagaimana-cara-menyikapi-keluarga-yang-masih-melakukan-amalan-bidah"},"wordCount":285,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/bagaimana-cara-menyikapi-keluarga-yang-masih-melakukan-amalan-bidah#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gemini_Generated_Image_y74oojy74oojy74o.png","articleSection":["Aqidah"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.dewanfatwa.com\/bagaimana-cara-menyikapi-keluarga-yang-masih-melakukan-amalan-bidah#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/bagaimana-cara-menyikapi-keluarga-yang-masih-melakukan-amalan-bidah","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/bagaimana-cara-menyikapi-keluarga-yang-masih-melakukan-amalan-bidah","name":"Bagaimana Cara Menyikapi Keluarga yang Masih Melakukan Amalan Bid'ah? - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/bagaimana-cara-menyikapi-keluarga-yang-masih-melakukan-amalan-bidah#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/bagaimana-cara-menyikapi-keluarga-yang-masih-melakukan-amalan-bidah#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gemini_Generated_Image_y74oojy74oojy74o.png","datePublished":"2025-07-28T01:01:06+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/bagaimana-cara-menyikapi-keluarga-yang-masih-melakukan-amalan-bidah#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.dewanfatwa.com\/bagaimana-cara-menyikapi-keluarga-yang-masih-melakukan-amalan-bidah"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/bagaimana-cara-menyikapi-keluarga-yang-masih-melakukan-amalan-bidah#primaryimage","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gemini_Generated_Image_y74oojy74oojy74o.png","contentUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gemini_Generated_Image_y74oojy74oojy74o.png","width":614,"height":614},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/bagaimana-cara-menyikapi-keluarga-yang-masih-melakukan-amalan-bidah#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bagaimana Cara Menyikapi Keluarga yang Masih Melakukan Amalan Bid&#8217;ah?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#website","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/","name":"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","description":"Website Resmi Dewan Fatwa","publisher":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#organization","name":"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/logodfpa-w.png","contentUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/logodfpa-w.png","width":3085,"height":581,"caption":"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad"},"image":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/DewanFatwaPA","https:\/\/www.instagram.com\/dewanfatwapa\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#\/schema\/person\/71b322e4e10a5b6f9e2839524159c9d2","name":"Ustadz Dr. Abdullah Roy, MA","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/SCR-20250207-onpf.jpeg","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/SCR-20250207-onpf.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/SCR-20250207-onpf.jpeg","caption":"Ustadz Dr. Abdullah Roy, MA"},"description":"Anggota Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad. Beliau lulusan S1 Fakultas Hadist lalu S2 Fakultas Dakwah Jurusan Aqidah, dan S3 Fakultas Dakwah Jurusan Aqidah Universitas Islam Madinah","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/author\/roy"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1381","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1381"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1381\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1383,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1381\/revisions\/1383"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1382"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1381"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1381"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1381"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}