{"id":1300,"date":"2025-07-07T08:50:03","date_gmt":"2025-07-07T01:50:03","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/?p=1300"},"modified":"2025-07-08T17:28:50","modified_gmt":"2025-07-08T10:28:50","slug":"bolehkah-bagi-wanita-pergi-haji-atau-umroh-tanpa-mahram","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/bolehkah-bagi-wanita-pergi-haji-atau-umroh-tanpa-mahram","title":{"rendered":"Bolehkah Bagi Wanita Pergi Haji Atau Umroh Tanpa Mahram?"},"content":{"rendered":"<p>Penanya <strong>(Tifani Argi Diamanti di Batu, Jawa Timur<\/strong><strong>):<\/strong><\/p>\n<blockquote><p>Bismillah. Assalamu\u2019alaikum Ustaz, ana ingin bertanya. Berapa jarak safar yang tidak diperbolehkan bagi akhwat (perempuan) untuk bepergian sendiri tanpa mahram? Dan bagaimana hukum safar untuk umrah atau haji bagi akhwat tanpa mahram? Syukran, jazakallahu khairan.<\/p><\/blockquote>\n<p><strong>Jawaban:<\/strong><\/p>\n<p>Baik. Hadisnya jelas. Dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Nabi Shallallahu \u2018alaihi wa sallam bersabda:<\/p>\n<p>&#8220;Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk melakukan perjalanan sehari semalam kecuali bersama mahramnya.&#8221;<\/p>\n<p>Perjalanan sehari semalam pada masa itu diukur dengan perjalanan unta. Para ulama kemudian menyimpulkan bahwa jarak tersebut kira-kira setara dengan 80 kilometer. Maka dari itu, itulah yang kemudian dianggap sebagai jarak safar yang tidak dibolehkan bagi seorang wanita kecuali bersama mahram. Pendapat ini adalah pendapat yang paling sesuai dengan dalil.<\/p>\n<p>Terkait dengan pertanyaan kedua, tentang ibadah haji dan umrah. Ketika ada seorang wanita yang hendak melakukan perjalanan untuk ibadah\u2014baik haji maupun umrah\u2014dan sebagian ulama mewajibkan umrah bagi yang pertama kali, maka apakah dia tetap harus didampingi oleh mahram?<\/p>\n<p>Jawabannya: Wallahu a\u2019lam, iya. Dalam Sahih Muslim disebutkan bahwa Nabi Shallallahu \u2018alaihi wa sallam menyatakan:<\/p>\n<p>&#8220;Tidak boleh seorang laki-laki berkhalwat dengan wanita kecuali bersama mahramnya, dan tidak boleh seorang wanita melakukan safar kecuali bersama mahram.&#8221;<\/p>\n<p>Lalu ada seorang sahabat yang bertanya:<\/p>\n<p>&#8220;Ya Rasulullah, istriku akan melaksanakan ibadah haji, sementara aku telah diwajibkan untuk ikut serta dalam sebuah pertempuran.&#8221;<\/p>\n<p>Maka Nabi Shallallahu \u2018alaihi wa sallam bersabda:<\/p>\n<p>&#8220;Tinggalkan pasukanmu dan temani istrimu.&#8221;<\/p>\n<p>Ini menunjukkan bahwa ibadah haji dan umrah tidak dikecualikan dari larangan safar bagi wanita tanpa mahram.<\/p>\n<p>Meski begitu, sebagian fuqaha atau ulama fikih memang membolehkan jika wanita tersebut berangkat bersama rufqatun ma\u2019m\u016bnah (rombongan yang aman dan terpercaya), seperti rombongan wanita-wanita lainnya. Namun, pendapat yang lebih kuat dan lebih dekat kepada kebenaran adalah pendapat yang mewajibkan adanya mahram, sesuai dengan dalil-dalil yang ada.<\/p>\n<p>Wallahu a\u2019lam.<\/p>\n<p>***<br \/>\nJawaban dalam bentuk video dapat anda saksikan dengan\u00a0<a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=Iqb-Q73BkuA&amp;t=1961s\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">klik link ini<\/a>.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penanya (Tifani Argi Diamanti di Batu, Jawa Timur): Bismillah. Assalamu\u2019alaikum Ustaz, ana ingin bertanya. Berapa jarak safar yang tidak diperbolehkan bagi akhwat (perempuan) untuk bepergian sendiri tanpa mahram? Dan bagaimana hukum safar untuk umrah atau haji bagi akhwat tanpa mahram? Syukran, jazakallahu khairan. Jawaban: Baik. Hadisnya jelas. Dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Nabi Shallallahu \u2018alaihi wa sallam bersabda: &#8220;Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk melakukan perjalanan sehari semalam kecuali bersama mahramnya.&#8221; Perjalanan sehari semalam pada masa itu diukur dengan perjalanan unta. Para ulama kemudian menyimpulkan bahwa jarak tersebut kira-kira setara dengan 80 kilometer. Maka dari itu, itulah yang kemudian dianggap sebagai jarak safar yang tidak dibolehkan bagi seorang wanita kecuali bersama mahram. Pendapat ini adalah pendapat yang paling sesuai dengan dalil. Terkait dengan pertanyaan kedua, tentang ibadah haji dan umrah. Ketika ada seorang wanita yang hendak melakukan perjalanan untuk ibadah\u2014baik haji maupun umrah\u2014dan sebagian ulama mewajibkan umrah bagi yang pertama kali, maka apakah dia tetap harus didampingi oleh mahram? Jawabannya: Wallahu a\u2019lam, iya. Dalam Sahih Muslim disebutkan bahwa Nabi Shallallahu \u2018alaihi wa sallam menyatakan: &#8220;Tidak boleh seorang laki-laki berkhalwat dengan wanita kecuali bersama mahramnya, dan tidak boleh seorang wanita melakukan safar kecuali bersama mahram.&#8221; Lalu ada seorang sahabat yang bertanya: &#8220;Ya Rasulullah, istriku akan melaksanakan ibadah haji, sementara aku telah diwajibkan untuk ikut serta dalam sebuah pertempuran.&#8221; Maka Nabi Shallallahu \u2018alaihi wa sallam bersabda: &#8220;Tinggalkan pasukanmu dan temani istrimu.&#8221; Ini menunjukkan bahwa ibadah haji dan umrah tidak dikecualikan dari larangan safar bagi wanita tanpa mahram. Meski begitu, sebagian fuqaha atau ulama fikih memang membolehkan jika wanita tersebut berangkat bersama rufqatun ma\u2019m\u016bnah (rombongan yang aman dan terpercaya), seperti rombongan wanita-wanita lainnya. Namun, pendapat yang lebih kuat dan lebih dekat kepada kebenaran adalah pendapat yang mewajibkan adanya mahram, sesuai dengan dalil-dalil yang ada. Wallahu a\u2019lam. *** Jawaban dalam bentuk video dapat anda saksikan dengan\u00a0klik link ini.<\/p>","protected":false},"author":5,"featured_media":1303,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-1300","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umroh-haji"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Bolehkah Bagi Wanita Pergi Haji Atau Umroh Tanpa Mahram? - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/bolehkah-bagi-wanita-pergi-haji-atau-umroh-tanpa-mahram\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bolehkah Bagi Wanita Pergi Haji Atau Umroh Tanpa Mahram? - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penanya (Tifani Argi Diamanti di Batu, Jawa Timur): Bismillah. Assalamu\u2019alaikum Ustaz, ana ingin bertanya. Berapa jarak safar yang tidak diperbolehkan bagi akhwat (perempuan) untuk bepergian sendiri tanpa mahram? Dan bagaimana hukum safar untuk umrah atau haji bagi akhwat tanpa mahram? Syukran, jazakallahu khairan. Jawaban: Baik. Hadisnya jelas. Dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Nabi Shallallahu \u2018alaihi wa sallam bersabda: &#8220;Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk melakukan perjalanan sehari semalam kecuali bersama mahramnya.&#8221; Perjalanan sehari semalam pada masa itu diukur dengan perjalanan unta. Para ulama kemudian menyimpulkan bahwa jarak tersebut kira-kira setara dengan 80 kilometer. Maka dari itu, itulah yang kemudian dianggap sebagai jarak safar yang tidak dibolehkan bagi seorang wanita kecuali bersama mahram. Pendapat ini adalah pendapat yang paling sesuai dengan dalil. Terkait dengan pertanyaan kedua, tentang ibadah haji dan umrah. Ketika ada seorang wanita yang hendak melakukan perjalanan untuk ibadah\u2014baik haji maupun umrah\u2014dan sebagian ulama mewajibkan umrah bagi yang pertama kali, maka apakah dia tetap harus didampingi oleh mahram? Jawabannya: Wallahu a\u2019lam, iya. Dalam Sahih Muslim disebutkan bahwa Nabi Shallallahu \u2018alaihi wa sallam menyatakan: &#8220;Tidak boleh seorang laki-laki berkhalwat dengan wanita kecuali bersama mahramnya, dan tidak boleh seorang wanita melakukan safar kecuali bersama mahram.&#8221; Lalu ada seorang sahabat yang bertanya: &#8220;Ya Rasulullah, istriku akan melaksanakan ibadah haji, sementara aku telah diwajibkan untuk ikut serta dalam sebuah pertempuran.&#8221; Maka Nabi Shallallahu \u2018alaihi wa sallam bersabda: &#8220;Tinggalkan pasukanmu dan temani istrimu.&#8221; Ini menunjukkan bahwa ibadah haji dan umrah tidak dikecualikan dari larangan safar bagi wanita tanpa mahram. Meski begitu, sebagian fuqaha atau ulama fikih memang membolehkan jika wanita tersebut berangkat bersama rufqatun ma\u2019m\u016bnah (rombongan yang aman dan terpercaya), seperti rombongan wanita-wanita lainnya. Namun, pendapat yang lebih kuat dan lebih dekat kepada kebenaran adalah pendapat yang mewajibkan adanya mahram, sesuai dengan dalil-dalil yang ada. Wallahu a\u2019lam. *** Jawaban dalam bentuk video dapat anda saksikan dengan\u00a0klik link ini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/bolehkah-bagi-wanita-pergi-haji-atau-umroh-tanpa-mahram\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/DewanFatwaPA\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-07T01:50:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-08T10:28:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gemini_Generated_I_vrztdavrztdavrzt.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"614\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"614\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah,MA\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah,MA\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/bolehkah-bagi-wanita-pergi-haji-atau-umroh-tanpa-mahram#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/bolehkah-bagi-wanita-pergi-haji-atau-umroh-tanpa-mahram\"},\"author\":{\"name\":\"Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah,MA\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/07cf500278b50e1d413f915a22325825\"},\"headline\":\"Bolehkah Bagi Wanita Pergi Haji Atau Umroh Tanpa Mahram?\",\"datePublished\":\"2025-07-07T01:50:03+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-08T10:28:50+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/bolehkah-bagi-wanita-pergi-haji-atau-umroh-tanpa-mahram\"},\"wordCount\":331,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/bolehkah-bagi-wanita-pergi-haji-atau-umroh-tanpa-mahram#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/Gemini_Generated_I_vrztdavrztdavrzt.png\",\"articleSection\":[\"Umroh &amp; Haji\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/bolehkah-bagi-wanita-pergi-haji-atau-umroh-tanpa-mahram#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/bolehkah-bagi-wanita-pergi-haji-atau-umroh-tanpa-mahram\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/bolehkah-bagi-wanita-pergi-haji-atau-umroh-tanpa-mahram\",\"name\":\"Bolehkah Bagi Wanita Pergi Haji Atau Umroh Tanpa Mahram? - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/bolehkah-bagi-wanita-pergi-haji-atau-umroh-tanpa-mahram#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/bolehkah-bagi-wanita-pergi-haji-atau-umroh-tanpa-mahram#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/Gemini_Generated_I_vrztdavrztdavrzt.png\",\"datePublished\":\"2025-07-07T01:50:03+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-08T10:28:50+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/bolehkah-bagi-wanita-pergi-haji-atau-umroh-tanpa-mahram#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/bolehkah-bagi-wanita-pergi-haji-atau-umroh-tanpa-mahram\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/bolehkah-bagi-wanita-pergi-haji-atau-umroh-tanpa-mahram#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/Gemini_Generated_I_vrztdavrztdavrzt.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/Gemini_Generated_I_vrztdavrztdavrzt.png\",\"width\":614,\"height\":614},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/bolehkah-bagi-wanita-pergi-haji-atau-umroh-tanpa-mahram#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bolehkah Bagi Wanita Pergi Haji Atau Umroh Tanpa Mahram?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/\",\"name\":\"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\",\"description\":\"Website Resmi Dewan Fatwa\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#organization\",\"name\":\"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/logodfpa-w.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/logodfpa-w.png\",\"width\":3085,\"height\":581,\"caption\":\"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/DewanFatwaPA\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/dewanfatwapa\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/07cf500278b50e1d413f915a22325825\",\"name\":\"Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah,MA\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/SCR-20250204-jgqx-150x150.jpeg\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/SCR-20250204-jgqx-150x150.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/SCR-20250204-jgqx-150x150.jpeg\",\"caption\":\"Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah,MA\"},\"description\":\"Anggota Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad. Beliau lulusan S1 Fakultas Hadits lalu S2 Prodi Fiqhussunnah, Fak. Hadits, dan S3 Prodi Fiqhussunnah, Fak. Hadits, Universitas Islam Madinah\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/en\\\/author\\\/emha\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bolehkah Bagi Wanita Pergi Haji Atau Umroh Tanpa Mahram? - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/bolehkah-bagi-wanita-pergi-haji-atau-umroh-tanpa-mahram\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Bolehkah Bagi Wanita Pergi Haji Atau Umroh Tanpa Mahram? - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","og_description":"Penanya (Tifani Argi Diamanti di Batu, Jawa Timur): Bismillah. Assalamu\u2019alaikum Ustaz, ana ingin bertanya. Berapa jarak safar yang tidak diperbolehkan bagi akhwat (perempuan) untuk bepergian sendiri tanpa mahram? Dan bagaimana hukum safar untuk umrah atau haji bagi akhwat tanpa mahram? Syukran, jazakallahu khairan. Jawaban: Baik. Hadisnya jelas. Dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Nabi Shallallahu \u2018alaihi wa sallam bersabda: &#8220;Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk melakukan perjalanan sehari semalam kecuali bersama mahramnya.&#8221; Perjalanan sehari semalam pada masa itu diukur dengan perjalanan unta. Para ulama kemudian menyimpulkan bahwa jarak tersebut kira-kira setara dengan 80 kilometer. Maka dari itu, itulah yang kemudian dianggap sebagai jarak safar yang tidak dibolehkan bagi seorang wanita kecuali bersama mahram. Pendapat ini adalah pendapat yang paling sesuai dengan dalil. Terkait dengan pertanyaan kedua, tentang ibadah haji dan umrah. Ketika ada seorang wanita yang hendak melakukan perjalanan untuk ibadah\u2014baik haji maupun umrah\u2014dan sebagian ulama mewajibkan umrah bagi yang pertama kali, maka apakah dia tetap harus didampingi oleh mahram? Jawabannya: Wallahu a\u2019lam, iya. Dalam Sahih Muslim disebutkan bahwa Nabi Shallallahu \u2018alaihi wa sallam menyatakan: &#8220;Tidak boleh seorang laki-laki berkhalwat dengan wanita kecuali bersama mahramnya, dan tidak boleh seorang wanita melakukan safar kecuali bersama mahram.&#8221; Lalu ada seorang sahabat yang bertanya: &#8220;Ya Rasulullah, istriku akan melaksanakan ibadah haji, sementara aku telah diwajibkan untuk ikut serta dalam sebuah pertempuran.&#8221; Maka Nabi Shallallahu \u2018alaihi wa sallam bersabda: &#8220;Tinggalkan pasukanmu dan temani istrimu.&#8221; Ini menunjukkan bahwa ibadah haji dan umrah tidak dikecualikan dari larangan safar bagi wanita tanpa mahram. Meski begitu, sebagian fuqaha atau ulama fikih memang membolehkan jika wanita tersebut berangkat bersama rufqatun ma\u2019m\u016bnah (rombongan yang aman dan terpercaya), seperti rombongan wanita-wanita lainnya. Namun, pendapat yang lebih kuat dan lebih dekat kepada kebenaran adalah pendapat yang mewajibkan adanya mahram, sesuai dengan dalil-dalil yang ada. Wallahu a\u2019lam. *** Jawaban dalam bentuk video dapat anda saksikan dengan\u00a0klik link ini.","og_url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/bolehkah-bagi-wanita-pergi-haji-atau-umroh-tanpa-mahram\/","og_site_name":"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/DewanFatwaPA","article_published_time":"2025-07-07T01:50:03+00:00","article_modified_time":"2025-07-08T10:28:50+00:00","og_image":[{"width":614,"height":614,"url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gemini_Generated_I_vrztdavrztdavrzt.png","type":"image\/png"}],"author":"Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah,MA","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah,MA","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/bolehkah-bagi-wanita-pergi-haji-atau-umroh-tanpa-mahram#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/bolehkah-bagi-wanita-pergi-haji-atau-umroh-tanpa-mahram"},"author":{"name":"Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah,MA","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#\/schema\/person\/07cf500278b50e1d413f915a22325825"},"headline":"Bolehkah Bagi Wanita Pergi Haji Atau Umroh Tanpa Mahram?","datePublished":"2025-07-07T01:50:03+00:00","dateModified":"2025-07-08T10:28:50+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/bolehkah-bagi-wanita-pergi-haji-atau-umroh-tanpa-mahram"},"wordCount":331,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/bolehkah-bagi-wanita-pergi-haji-atau-umroh-tanpa-mahram#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gemini_Generated_I_vrztdavrztdavrzt.png","articleSection":["Umroh &amp; Haji"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.dewanfatwa.com\/bolehkah-bagi-wanita-pergi-haji-atau-umroh-tanpa-mahram#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/bolehkah-bagi-wanita-pergi-haji-atau-umroh-tanpa-mahram","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/bolehkah-bagi-wanita-pergi-haji-atau-umroh-tanpa-mahram","name":"Bolehkah Bagi Wanita Pergi Haji Atau Umroh Tanpa Mahram? - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/bolehkah-bagi-wanita-pergi-haji-atau-umroh-tanpa-mahram#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/bolehkah-bagi-wanita-pergi-haji-atau-umroh-tanpa-mahram#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gemini_Generated_I_vrztdavrztdavrzt.png","datePublished":"2025-07-07T01:50:03+00:00","dateModified":"2025-07-08T10:28:50+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/bolehkah-bagi-wanita-pergi-haji-atau-umroh-tanpa-mahram#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.dewanfatwa.com\/bolehkah-bagi-wanita-pergi-haji-atau-umroh-tanpa-mahram"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/bolehkah-bagi-wanita-pergi-haji-atau-umroh-tanpa-mahram#primaryimage","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gemini_Generated_I_vrztdavrztdavrzt.png","contentUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gemini_Generated_I_vrztdavrztdavrzt.png","width":614,"height":614},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/bolehkah-bagi-wanita-pergi-haji-atau-umroh-tanpa-mahram#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bolehkah Bagi Wanita Pergi Haji Atau Umroh Tanpa Mahram?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#website","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/","name":"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","description":"Website Resmi Dewan Fatwa","publisher":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#organization","name":"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/logodfpa-w.png","contentUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/logodfpa-w.png","width":3085,"height":581,"caption":"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad"},"image":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/DewanFatwaPA","https:\/\/www.instagram.com\/dewanfatwapa\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#\/schema\/person\/07cf500278b50e1d413f915a22325825","name":"Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah,MA","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/SCR-20250204-jgqx-150x150.jpeg","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/SCR-20250204-jgqx-150x150.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/SCR-20250204-jgqx-150x150.jpeg","caption":"Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah,MA"},"description":"Anggota Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad. Beliau lulusan S1 Fakultas Hadits lalu S2 Prodi Fiqhussunnah, Fak. Hadits, dan S3 Prodi Fiqhussunnah, Fak. Hadits, Universitas Islam Madinah","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/author\/emha"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1300","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1300"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1300\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1302,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1300\/revisions\/1302"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1303"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1300"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1300"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1300"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}