{"id":1204,"date":"2025-07-01T09:39:45","date_gmt":"2025-07-01T02:39:45","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/?p=1204"},"modified":"2025-07-08T17:42:05","modified_gmt":"2025-07-08T10:42:05","slug":"apakah-ngambek-kepada-suami-termasuk-perbuatan-dosa-bagi-istri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/apakah-ngambek-kepada-suami-termasuk-perbuatan-dosa-bagi-istri","title":{"rendered":"Apakah Ngambek kepada Suami Termasuk Perbuatan Dosa bagi Istri?"},"content":{"rendered":"<p>Penanya\u00a0<strong>(Rizka Oskarina di Kota Batu, Jawa Timur):<\/strong><\/p>\n<blockquote><p>&#8220;Apakah istri ngambek ke suami itu berdosa?&#8221;<\/p><\/blockquote>\n<p><strong>Jawaban:<\/strong><\/p>\n<p>Masya Allah, jemaah sekalian. Ketika kita bicara soal istri yang ngambek pada suami, apakah itu berdosa atau tidak tergantung pada sebabnya. Sejatinya, marah bisa ada yang tercela dan ada pula yang terpuji. Jika kita marah semata-mata karena hal pribadi, bukan karena hukum Allah yang dilanggar atau aturan Allah yang diabaikan, maka marah tersebut cenderung tercela. Meski begitu, suami tetap dituntut untuk bersabar dalam menghadapinya, sebagaimana Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabar ketika salah seorang istrinya memecahkan piring, dan beliau memakluminya. Namun, ini bukan berarti tindakan tersebut diperbolehkan\u2014sejatinya hal itu memang tidak diperbolehkan. Ketika situasi seperti ini terjadi, suami sebaiknya bersabar, sementara istri seharusnya introspeksi, beristighfar, dan meminta maaf kepada suami.<\/p>\n<p>Diceritakan bahwa pernah ada salah satu istri Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam yang marah dan tidak berbicara kepada beliau sepanjang hari hingga malam. Hal tersebut sejatinya tercela dan tidak diperbolehkan, namun Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tetap bersabar dan memaklumi kekurangan wanita.<\/p>\n<p>Dalam sebuah riwayat, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan ciri wanita penghuni surga, yaitu wanita yang jika menzalimi atau dizalimi oleh suaminya, akan datang kepada suaminya, meminta maaf, dan berkata, \u201cAku tidak akan memejamkan mata sampai engkau rida.\u201d Inilah akhlak seorang wanita salehah.<\/p>\n<p>Sebaiknya, para wanita belajar untuk lebih menghargai suami. Marah karena alasan pribadi perlu dievaluasi, sedangkan marah karena Allah adalah perbuatan mulia. Misalnya, jika suami meninggalkan salat, maka marah dalam hal ini adalah wajar. Tetapi sayangnya, kadang kala wanita tidak marah karena pelanggaran hukum Allah, tetapi marah dalam hal pribadi seperti keinginan yang tidak terpenuhi. Maka, perlu bagi para wanita untuk introspeksi dan, jika perlu, meminta maaf kepada suaminya. Barakallah fikum.<\/p>\n<p>Wallahu a\u2019lam.<\/p>\n<p>***<br \/>\nJawaban dalam bentuk video dapat anda saksikan dengan\u00a0<a href=\"https:\/\/youtu.be\/j6rUByCfu50?t=702\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">klik link ini<\/a>.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penanya\u00a0(Rizka Oskarina di Kota Batu, Jawa Timur): &#8220;Apakah istri ngambek ke suami itu berdosa?&#8221; Jawaban: Masya Allah, jemaah sekalian. Ketika kita bicara soal istri yang ngambek pada suami, apakah itu berdosa atau tidak tergantung pada sebabnya. Sejatinya, marah bisa ada yang tercela dan ada pula yang terpuji. Jika kita marah semata-mata karena hal pribadi, bukan karena hukum Allah yang dilanggar atau aturan Allah yang diabaikan, maka marah tersebut cenderung tercela. Meski begitu, suami tetap dituntut untuk bersabar dalam menghadapinya, sebagaimana Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabar ketika salah seorang istrinya memecahkan piring, dan beliau memakluminya. Namun, ini bukan berarti tindakan tersebut diperbolehkan\u2014sejatinya hal itu memang tidak diperbolehkan. Ketika situasi seperti ini terjadi, suami sebaiknya bersabar, sementara istri seharusnya introspeksi, beristighfar, dan meminta maaf kepada suami. Diceritakan bahwa pernah ada salah satu istri Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam yang marah dan tidak berbicara kepada beliau sepanjang hari hingga malam. Hal tersebut sejatinya tercela dan tidak diperbolehkan, namun Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tetap bersabar dan memaklumi kekurangan wanita. Dalam sebuah riwayat, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan ciri wanita penghuni surga, yaitu wanita yang jika menzalimi atau dizalimi oleh suaminya, akan datang kepada suaminya, meminta maaf, dan berkata, \u201cAku tidak akan memejamkan mata sampai engkau rida.\u201d Inilah akhlak seorang wanita salehah. Sebaiknya, para wanita belajar untuk lebih menghargai suami. Marah karena alasan pribadi perlu dievaluasi, sedangkan marah karena Allah adalah perbuatan mulia. Misalnya, jika suami meninggalkan salat, maka marah dalam hal ini adalah wajar. Tetapi sayangnya, kadang kala wanita tidak marah karena pelanggaran hukum Allah, tetapi marah dalam hal pribadi seperti keinginan yang tidak terpenuhi. Maka, perlu bagi para wanita untuk introspeksi dan, jika perlu, meminta maaf kepada suaminya. Barakallah fikum. Wallahu a\u2019lam. *** Jawaban dalam bentuk video dapat anda saksikan dengan\u00a0klik link ini.<\/p>","protected":false},"author":16,"featured_media":1308,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"class_list":["post-1204","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-rumah-tangga"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Apakah Ngambek kepada Suami Termasuk Perbuatan Dosa bagi Istri? - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/apakah-ngambek-kepada-suami-termasuk-perbuatan-dosa-bagi-istri\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apakah Ngambek kepada Suami Termasuk Perbuatan Dosa bagi Istri? - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penanya\u00a0(Rizka Oskarina di Kota Batu, Jawa Timur): &#8220;Apakah istri ngambek ke suami itu berdosa?&#8221; Jawaban: Masya Allah, jemaah sekalian. Ketika kita bicara soal istri yang ngambek pada suami, apakah itu berdosa atau tidak tergantung pada sebabnya. Sejatinya, marah bisa ada yang tercela dan ada pula yang terpuji. Jika kita marah semata-mata karena hal pribadi, bukan karena hukum Allah yang dilanggar atau aturan Allah yang diabaikan, maka marah tersebut cenderung tercela. Meski begitu, suami tetap dituntut untuk bersabar dalam menghadapinya, sebagaimana Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabar ketika salah seorang istrinya memecahkan piring, dan beliau memakluminya. Namun, ini bukan berarti tindakan tersebut diperbolehkan\u2014sejatinya hal itu memang tidak diperbolehkan. Ketika situasi seperti ini terjadi, suami sebaiknya bersabar, sementara istri seharusnya introspeksi, beristighfar, dan meminta maaf kepada suami. Diceritakan bahwa pernah ada salah satu istri Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam yang marah dan tidak berbicara kepada beliau sepanjang hari hingga malam. Hal tersebut sejatinya tercela dan tidak diperbolehkan, namun Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tetap bersabar dan memaklumi kekurangan wanita. Dalam sebuah riwayat, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan ciri wanita penghuni surga, yaitu wanita yang jika menzalimi atau dizalimi oleh suaminya, akan datang kepada suaminya, meminta maaf, dan berkata, \u201cAku tidak akan memejamkan mata sampai engkau rida.\u201d Inilah akhlak seorang wanita salehah. Sebaiknya, para wanita belajar untuk lebih menghargai suami. Marah karena alasan pribadi perlu dievaluasi, sedangkan marah karena Allah adalah perbuatan mulia. Misalnya, jika suami meninggalkan salat, maka marah dalam hal ini adalah wajar. Tetapi sayangnya, kadang kala wanita tidak marah karena pelanggaran hukum Allah, tetapi marah dalam hal pribadi seperti keinginan yang tidak terpenuhi. Maka, perlu bagi para wanita untuk introspeksi dan, jika perlu, meminta maaf kepada suaminya. Barakallah fikum. Wallahu a\u2019lam. *** Jawaban dalam bentuk video dapat anda saksikan dengan\u00a0klik link ini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/apakah-ngambek-kepada-suami-termasuk-perbuatan-dosa-bagi-istri\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/DewanFatwaPA\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-01T02:39:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-08T10:42:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/kilarov-ZRFztIxiy3M-unsplash.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"614\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"614\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah,MA\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah,MA\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/apakah-ngambek-kepada-suami-termasuk-perbuatan-dosa-bagi-istri#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/apakah-ngambek-kepada-suami-termasuk-perbuatan-dosa-bagi-istri\"},\"author\":{\"name\":\"Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah,MA\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d41820c02567546c73eabf0152541c46\"},\"headline\":\"Apakah Ngambek kepada Suami Termasuk Perbuatan Dosa bagi Istri?\",\"datePublished\":\"2025-07-01T02:39:45+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-08T10:42:05+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/apakah-ngambek-kepada-suami-termasuk-perbuatan-dosa-bagi-istri\"},\"wordCount\":301,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/apakah-ngambek-kepada-suami-termasuk-perbuatan-dosa-bagi-istri#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/kilarov-ZRFztIxiy3M-unsplash.png\",\"articleSection\":[\"Rumah Tangga\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/apakah-ngambek-kepada-suami-termasuk-perbuatan-dosa-bagi-istri#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/apakah-ngambek-kepada-suami-termasuk-perbuatan-dosa-bagi-istri\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/apakah-ngambek-kepada-suami-termasuk-perbuatan-dosa-bagi-istri\",\"name\":\"Apakah Ngambek kepada Suami Termasuk Perbuatan Dosa bagi Istri? - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/apakah-ngambek-kepada-suami-termasuk-perbuatan-dosa-bagi-istri#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/apakah-ngambek-kepada-suami-termasuk-perbuatan-dosa-bagi-istri#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/kilarov-ZRFztIxiy3M-unsplash.png\",\"datePublished\":\"2025-07-01T02:39:45+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-08T10:42:05+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/apakah-ngambek-kepada-suami-termasuk-perbuatan-dosa-bagi-istri#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/apakah-ngambek-kepada-suami-termasuk-perbuatan-dosa-bagi-istri\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/apakah-ngambek-kepada-suami-termasuk-perbuatan-dosa-bagi-istri#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/kilarov-ZRFztIxiy3M-unsplash.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/kilarov-ZRFztIxiy3M-unsplash.png\",\"width\":614,\"height\":614},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/apakah-ngambek-kepada-suami-termasuk-perbuatan-dosa-bagi-istri#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apakah Ngambek kepada Suami Termasuk Perbuatan Dosa bagi Istri?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/\",\"name\":\"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\",\"description\":\"Website Resmi Dewan Fatwa\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#organization\",\"name\":\"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/logodfpa-w.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/logodfpa-w.png\",\"width\":3085,\"height\":581,\"caption\":\"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/DewanFatwaPA\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/dewanfatwapa\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d41820c02567546c73eabf0152541c46\",\"name\":\"Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah,MA\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/Ustadz-Syafiq-2-150x150.webp\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/Ustadz-Syafiq-2-150x150.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/Ustadz-Syafiq-2-150x150.webp\",\"caption\":\"Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah,MA\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/en\\\/author\\\/srb\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apakah Ngambek kepada Suami Termasuk Perbuatan Dosa bagi Istri? - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/apakah-ngambek-kepada-suami-termasuk-perbuatan-dosa-bagi-istri\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apakah Ngambek kepada Suami Termasuk Perbuatan Dosa bagi Istri? - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","og_description":"Penanya\u00a0(Rizka Oskarina di Kota Batu, Jawa Timur): &#8220;Apakah istri ngambek ke suami itu berdosa?&#8221; Jawaban: Masya Allah, jemaah sekalian. Ketika kita bicara soal istri yang ngambek pada suami, apakah itu berdosa atau tidak tergantung pada sebabnya. Sejatinya, marah bisa ada yang tercela dan ada pula yang terpuji. Jika kita marah semata-mata karena hal pribadi, bukan karena hukum Allah yang dilanggar atau aturan Allah yang diabaikan, maka marah tersebut cenderung tercela. Meski begitu, suami tetap dituntut untuk bersabar dalam menghadapinya, sebagaimana Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabar ketika salah seorang istrinya memecahkan piring, dan beliau memakluminya. Namun, ini bukan berarti tindakan tersebut diperbolehkan\u2014sejatinya hal itu memang tidak diperbolehkan. Ketika situasi seperti ini terjadi, suami sebaiknya bersabar, sementara istri seharusnya introspeksi, beristighfar, dan meminta maaf kepada suami. Diceritakan bahwa pernah ada salah satu istri Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam yang marah dan tidak berbicara kepada beliau sepanjang hari hingga malam. Hal tersebut sejatinya tercela dan tidak diperbolehkan, namun Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tetap bersabar dan memaklumi kekurangan wanita. Dalam sebuah riwayat, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan ciri wanita penghuni surga, yaitu wanita yang jika menzalimi atau dizalimi oleh suaminya, akan datang kepada suaminya, meminta maaf, dan berkata, \u201cAku tidak akan memejamkan mata sampai engkau rida.\u201d Inilah akhlak seorang wanita salehah. Sebaiknya, para wanita belajar untuk lebih menghargai suami. Marah karena alasan pribadi perlu dievaluasi, sedangkan marah karena Allah adalah perbuatan mulia. Misalnya, jika suami meninggalkan salat, maka marah dalam hal ini adalah wajar. Tetapi sayangnya, kadang kala wanita tidak marah karena pelanggaran hukum Allah, tetapi marah dalam hal pribadi seperti keinginan yang tidak terpenuhi. Maka, perlu bagi para wanita untuk introspeksi dan, jika perlu, meminta maaf kepada suaminya. Barakallah fikum. Wallahu a\u2019lam. *** Jawaban dalam bentuk video dapat anda saksikan dengan\u00a0klik link ini.","og_url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/apakah-ngambek-kepada-suami-termasuk-perbuatan-dosa-bagi-istri\/","og_site_name":"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/DewanFatwaPA","article_published_time":"2025-07-01T02:39:45+00:00","article_modified_time":"2025-07-08T10:42:05+00:00","og_image":[{"width":614,"height":614,"url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/kilarov-ZRFztIxiy3M-unsplash.png","type":"image\/png"}],"author":"Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah,MA","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah,MA","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/apakah-ngambek-kepada-suami-termasuk-perbuatan-dosa-bagi-istri#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/apakah-ngambek-kepada-suami-termasuk-perbuatan-dosa-bagi-istri"},"author":{"name":"Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah,MA","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#\/schema\/person\/d41820c02567546c73eabf0152541c46"},"headline":"Apakah Ngambek kepada Suami Termasuk Perbuatan Dosa bagi Istri?","datePublished":"2025-07-01T02:39:45+00:00","dateModified":"2025-07-08T10:42:05+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/apakah-ngambek-kepada-suami-termasuk-perbuatan-dosa-bagi-istri"},"wordCount":301,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/apakah-ngambek-kepada-suami-termasuk-perbuatan-dosa-bagi-istri#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/kilarov-ZRFztIxiy3M-unsplash.png","articleSection":["Rumah Tangga"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.dewanfatwa.com\/apakah-ngambek-kepada-suami-termasuk-perbuatan-dosa-bagi-istri#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/apakah-ngambek-kepada-suami-termasuk-perbuatan-dosa-bagi-istri","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/apakah-ngambek-kepada-suami-termasuk-perbuatan-dosa-bagi-istri","name":"Apakah Ngambek kepada Suami Termasuk Perbuatan Dosa bagi Istri? - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/apakah-ngambek-kepada-suami-termasuk-perbuatan-dosa-bagi-istri#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/apakah-ngambek-kepada-suami-termasuk-perbuatan-dosa-bagi-istri#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/kilarov-ZRFztIxiy3M-unsplash.png","datePublished":"2025-07-01T02:39:45+00:00","dateModified":"2025-07-08T10:42:05+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/apakah-ngambek-kepada-suami-termasuk-perbuatan-dosa-bagi-istri#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.dewanfatwa.com\/apakah-ngambek-kepada-suami-termasuk-perbuatan-dosa-bagi-istri"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/apakah-ngambek-kepada-suami-termasuk-perbuatan-dosa-bagi-istri#primaryimage","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/kilarov-ZRFztIxiy3M-unsplash.png","contentUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/kilarov-ZRFztIxiy3M-unsplash.png","width":614,"height":614},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/apakah-ngambek-kepada-suami-termasuk-perbuatan-dosa-bagi-istri#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apakah Ngambek kepada Suami Termasuk Perbuatan Dosa bagi Istri?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#website","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/","name":"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","description":"Website Resmi Dewan Fatwa","publisher":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#organization","name":"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/logodfpa-w.png","contentUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/logodfpa-w.png","width":3085,"height":581,"caption":"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad"},"image":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/DewanFatwaPA","https:\/\/www.instagram.com\/dewanfatwapa\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#\/schema\/person\/d41820c02567546c73eabf0152541c46","name":"Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah,MA","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Ustadz-Syafiq-2-150x150.webp","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Ustadz-Syafiq-2-150x150.webp","contentUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Ustadz-Syafiq-2-150x150.webp","caption":"Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah,MA"},"url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/author\/srb"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1204","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1204"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1204\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1205,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1204\/revisions\/1205"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1308"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1204"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1204"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1204"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}