{"id":1200,"date":"2025-07-01T09:29:45","date_gmt":"2025-07-01T02:29:45","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/?p=1200"},"modified":"2025-07-08T17:43:44","modified_gmt":"2025-07-08T10:43:44","slug":"hukum-menyogok-demi-mendapatkan-pekerjaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/hukum-menyogok-demi-mendapatkan-pekerjaan","title":{"rendered":"Hukum Menyogok Demi Mendapatkan Pekerjaan"},"content":{"rendered":"<p>Penanya\u00a0<strong>(Ahmad Zain di Tangerang, Banten):<\/strong><\/p>\n<blockquote><p>&#8220;Saya mau nanya bagaimana hukum menyogok pekerjaan di karenakan untuk kebutuhan makan karena tidak ada pekerjaan yang lain bagaimana hukumnya ?&#8221;<\/p><\/blockquote>\n<p><strong>Jawaban:<\/strong><\/p>\n<p>Barakallah fiikum, semoga Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala menambahkan taufik kepada Anda, keluarga, dan seluruh pemirsa di manapun berada. Saya ingin menggarisbawahi bahwa pernyataan \u201ctidak ada pekerjaan lain\u201d mencerminkan sikap pesimistis dan kurang sesuai dengan fakta di lapangan. Sebenarnya, peluang pekerjaan banyak tersedia. Namun, sering kali kendalanya adalah gengsi\u2014misalnya, karena seseorang memiliki gelar sarjana atau berasal dari keluarga terpandang, sehingga merasa pekerjaan seperti berjualan di pinggir jalan atau bekerja di lapangan tidak layak.<\/p>\n<p>Sikap ini sering kali membuat seseorang merasa sulit menemukan pekerjaan, padahal Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala telah memberikan contoh konkret mengenai etos kerja dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Tidak ada makanan yang lebih halal dan lebih baik untuk engkau konsumsi dibanding makanan yang diperoleh dari hasil kerja tanganmu sendiri dan hasil keringatmu sendiri.&#8221; (HR. Bukhari)<\/p>\n<p>Setelah Nabi menyatakan bahwa rezeki terbaik diperoleh dari usaha sendiri tanpa bergantung pada orang lain, beliau memberi contoh yang luar biasa dengan menyebut Nabi Daud sebagai teladan. Nabi Daud, seorang nabi sekaligus raja, yang memiliki keistimewaan seperti berbicara dengan binatang, tidak bergantung pada pemberian atau harta kerajaan. Beliau bahkan tidak menerima gaji atau upah dari statusnya sebagai raja. Sebaliknya, beliau memilih bekerja sebagai pandai besi untuk menafkahi keluarganya.<\/p>\n<p>Bayangkan, seorang nabi dan raja yang memiliki profesi yang kita anggap biasa saja. Namun, hal ini tidak menurunkan martabat Nabi Daud, bahkan menambah kemuliaannya. Mengapa kita hari ini merasa bahwa lapangan pekerjaan itu terbatas? Sungguh, Allah telah memberi kita banyak kesempatan.<\/p>\n<p>Wallahu a\u2019lam.<\/p>\n<p>***<br \/>\nJawaban dalam bentuk video dapat anda saksikan dengan\u00a0<a href=\"https:\/\/youtu.be\/gTyjh4Z6I4A?t=2988\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">klik link ini<\/a>.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penanya\u00a0(Ahmad Zain di Tangerang, Banten): &#8220;Saya mau nanya bagaimana hukum menyogok pekerjaan di karenakan untuk kebutuhan makan karena tidak ada pekerjaan yang lain bagaimana hukumnya ?&#8221; Jawaban: Barakallah fiikum, semoga Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala menambahkan taufik kepada Anda, keluarga, dan seluruh pemirsa di manapun berada. Saya ingin menggarisbawahi bahwa pernyataan \u201ctidak ada pekerjaan lain\u201d mencerminkan sikap pesimistis dan kurang sesuai dengan fakta di lapangan. Sebenarnya, peluang pekerjaan banyak tersedia. Namun, sering kali kendalanya adalah gengsi\u2014misalnya, karena seseorang memiliki gelar sarjana atau berasal dari keluarga terpandang, sehingga merasa pekerjaan seperti berjualan di pinggir jalan atau bekerja di lapangan tidak layak. Sikap ini sering kali membuat seseorang merasa sulit menemukan pekerjaan, padahal Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala telah memberikan contoh konkret mengenai etos kerja dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Tidak ada makanan yang lebih halal dan lebih baik untuk engkau konsumsi dibanding makanan yang diperoleh dari hasil kerja tanganmu sendiri dan hasil keringatmu sendiri.&#8221; (HR. Bukhari) Setelah Nabi menyatakan bahwa rezeki terbaik diperoleh dari usaha sendiri tanpa bergantung pada orang lain, beliau memberi contoh yang luar biasa dengan menyebut Nabi Daud sebagai teladan. Nabi Daud, seorang nabi sekaligus raja, yang memiliki keistimewaan seperti berbicara dengan binatang, tidak bergantung pada pemberian atau harta kerajaan. Beliau bahkan tidak menerima gaji atau upah dari statusnya sebagai raja. Sebaliknya, beliau memilih bekerja sebagai pandai besi untuk menafkahi keluarganya. Bayangkan, seorang nabi dan raja yang memiliki profesi yang kita anggap biasa saja. Namun, hal ini tidak menurunkan martabat Nabi Daud, bahkan menambah kemuliaannya. Mengapa kita hari ini merasa bahwa lapangan pekerjaan itu terbatas? Sungguh, Allah telah memberi kita banyak kesempatan. Wallahu a\u2019lam. *** Jawaban dalam bentuk video dapat anda saksikan dengan\u00a0klik link ini.<\/p>","protected":false},"author":4,"featured_media":1309,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-1200","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-muamalah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Hukum Menyogok Demi Mendapatkan Pekerjaan - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/hukum-menyogok-demi-mendapatkan-pekerjaan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Hukum Menyogok Demi Mendapatkan Pekerjaan - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penanya\u00a0(Ahmad Zain di Tangerang, Banten): &#8220;Saya mau nanya bagaimana hukum menyogok pekerjaan di karenakan untuk kebutuhan makan karena tidak ada pekerjaan yang lain bagaimana hukumnya ?&#8221; Jawaban: Barakallah fiikum, semoga Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala menambahkan taufik kepada Anda, keluarga, dan seluruh pemirsa di manapun berada. Saya ingin menggarisbawahi bahwa pernyataan \u201ctidak ada pekerjaan lain\u201d mencerminkan sikap pesimistis dan kurang sesuai dengan fakta di lapangan. Sebenarnya, peluang pekerjaan banyak tersedia. Namun, sering kali kendalanya adalah gengsi\u2014misalnya, karena seseorang memiliki gelar sarjana atau berasal dari keluarga terpandang, sehingga merasa pekerjaan seperti berjualan di pinggir jalan atau bekerja di lapangan tidak layak. Sikap ini sering kali membuat seseorang merasa sulit menemukan pekerjaan, padahal Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala telah memberikan contoh konkret mengenai etos kerja dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Tidak ada makanan yang lebih halal dan lebih baik untuk engkau konsumsi dibanding makanan yang diperoleh dari hasil kerja tanganmu sendiri dan hasil keringatmu sendiri.&#8221; (HR. Bukhari) Setelah Nabi menyatakan bahwa rezeki terbaik diperoleh dari usaha sendiri tanpa bergantung pada orang lain, beliau memberi contoh yang luar biasa dengan menyebut Nabi Daud sebagai teladan. Nabi Daud, seorang nabi sekaligus raja, yang memiliki keistimewaan seperti berbicara dengan binatang, tidak bergantung pada pemberian atau harta kerajaan. Beliau bahkan tidak menerima gaji atau upah dari statusnya sebagai raja. Sebaliknya, beliau memilih bekerja sebagai pandai besi untuk menafkahi keluarganya. Bayangkan, seorang nabi dan raja yang memiliki profesi yang kita anggap biasa saja. Namun, hal ini tidak menurunkan martabat Nabi Daud, bahkan menambah kemuliaannya. Mengapa kita hari ini merasa bahwa lapangan pekerjaan itu terbatas? Sungguh, Allah telah memberi kita banyak kesempatan. Wallahu a\u2019lam. *** Jawaban dalam bentuk video dapat anda saksikan dengan\u00a0klik link ini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/hukum-menyogok-demi-mendapatkan-pekerjaan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/DewanFatwaPA\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-01T02:29:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-08T10:43:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/jp-valery-blOLCO2K4M0-unsplash.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"614\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"614\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri,MA\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri,MA\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-menyogok-demi-mendapatkan-pekerjaan#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-menyogok-demi-mendapatkan-pekerjaan\"},\"author\":{\"name\":\"Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri,MA\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/04048d6fe295e8e4b96536b4990d2bd2\"},\"headline\":\"Hukum Menyogok Demi Mendapatkan Pekerjaan\",\"datePublished\":\"2025-07-01T02:29:45+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-08T10:43:44+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-menyogok-demi-mendapatkan-pekerjaan\"},\"wordCount\":284,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-menyogok-demi-mendapatkan-pekerjaan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/jp-valery-blOLCO2K4M0-unsplash.png\",\"articleSection\":[\"Muamalah\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-menyogok-demi-mendapatkan-pekerjaan#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-menyogok-demi-mendapatkan-pekerjaan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-menyogok-demi-mendapatkan-pekerjaan\",\"name\":\"Hukum Menyogok Demi Mendapatkan Pekerjaan - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-menyogok-demi-mendapatkan-pekerjaan#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-menyogok-demi-mendapatkan-pekerjaan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/jp-valery-blOLCO2K4M0-unsplash.png\",\"datePublished\":\"2025-07-01T02:29:45+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-08T10:43:44+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-menyogok-demi-mendapatkan-pekerjaan#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-menyogok-demi-mendapatkan-pekerjaan\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-menyogok-demi-mendapatkan-pekerjaan#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/jp-valery-blOLCO2K4M0-unsplash.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/jp-valery-blOLCO2K4M0-unsplash.png\",\"width\":614,\"height\":614},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-menyogok-demi-mendapatkan-pekerjaan#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Hukum Menyogok Demi Mendapatkan Pekerjaan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/\",\"name\":\"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\",\"description\":\"Website Resmi Dewan Fatwa\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#organization\",\"name\":\"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/logodfpa-w.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/logodfpa-w.png\",\"width\":3085,\"height\":581,\"caption\":\"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/DewanFatwaPA\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/dewanfatwapa\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/04048d6fe295e8e4b96536b4990d2bd2\",\"name\":\"Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri,MA\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/Ustadz-Arifin-2-150x150.webp\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/Ustadz-Arifin-2-150x150.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/Ustadz-Arifin-2-150x150.webp\",\"caption\":\"Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri,MA\"},\"description\":\"Wakil Ketua Merangkap Anggota Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad. Beliau S1 Fakultas Syari\u2019ah, Islamic University of Madinah, lalu S2 Jurusan Fiqih, Fakultas Syari\u2019ah, Islamic University of Madinah, Dan S3 Jurusan Fiqih, Fakultas Syari\u2019ah, Islamic University of Madinah Saudi Arabia\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/en\\\/author\\\/arifinbadri\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Hukum Menyogok Demi Mendapatkan Pekerjaan - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/hukum-menyogok-demi-mendapatkan-pekerjaan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Hukum Menyogok Demi Mendapatkan Pekerjaan - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","og_description":"Penanya\u00a0(Ahmad Zain di Tangerang, Banten): &#8220;Saya mau nanya bagaimana hukum menyogok pekerjaan di karenakan untuk kebutuhan makan karena tidak ada pekerjaan yang lain bagaimana hukumnya ?&#8221; Jawaban: Barakallah fiikum, semoga Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala menambahkan taufik kepada Anda, keluarga, dan seluruh pemirsa di manapun berada. Saya ingin menggarisbawahi bahwa pernyataan \u201ctidak ada pekerjaan lain\u201d mencerminkan sikap pesimistis dan kurang sesuai dengan fakta di lapangan. Sebenarnya, peluang pekerjaan banyak tersedia. Namun, sering kali kendalanya adalah gengsi\u2014misalnya, karena seseorang memiliki gelar sarjana atau berasal dari keluarga terpandang, sehingga merasa pekerjaan seperti berjualan di pinggir jalan atau bekerja di lapangan tidak layak. Sikap ini sering kali membuat seseorang merasa sulit menemukan pekerjaan, padahal Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala telah memberikan contoh konkret mengenai etos kerja dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Tidak ada makanan yang lebih halal dan lebih baik untuk engkau konsumsi dibanding makanan yang diperoleh dari hasil kerja tanganmu sendiri dan hasil keringatmu sendiri.&#8221; (HR. Bukhari) Setelah Nabi menyatakan bahwa rezeki terbaik diperoleh dari usaha sendiri tanpa bergantung pada orang lain, beliau memberi contoh yang luar biasa dengan menyebut Nabi Daud sebagai teladan. Nabi Daud, seorang nabi sekaligus raja, yang memiliki keistimewaan seperti berbicara dengan binatang, tidak bergantung pada pemberian atau harta kerajaan. Beliau bahkan tidak menerima gaji atau upah dari statusnya sebagai raja. Sebaliknya, beliau memilih bekerja sebagai pandai besi untuk menafkahi keluarganya. Bayangkan, seorang nabi dan raja yang memiliki profesi yang kita anggap biasa saja. Namun, hal ini tidak menurunkan martabat Nabi Daud, bahkan menambah kemuliaannya. Mengapa kita hari ini merasa bahwa lapangan pekerjaan itu terbatas? Sungguh, Allah telah memberi kita banyak kesempatan. Wallahu a\u2019lam. *** Jawaban dalam bentuk video dapat anda saksikan dengan\u00a0klik link ini.","og_url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/hukum-menyogok-demi-mendapatkan-pekerjaan\/","og_site_name":"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/DewanFatwaPA","article_published_time":"2025-07-01T02:29:45+00:00","article_modified_time":"2025-07-08T10:43:44+00:00","og_image":[{"width":614,"height":614,"url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/jp-valery-blOLCO2K4M0-unsplash.png","type":"image\/png"}],"author":"Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri,MA","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri,MA","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-menyogok-demi-mendapatkan-pekerjaan#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-menyogok-demi-mendapatkan-pekerjaan"},"author":{"name":"Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri,MA","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#\/schema\/person\/04048d6fe295e8e4b96536b4990d2bd2"},"headline":"Hukum Menyogok Demi Mendapatkan Pekerjaan","datePublished":"2025-07-01T02:29:45+00:00","dateModified":"2025-07-08T10:43:44+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-menyogok-demi-mendapatkan-pekerjaan"},"wordCount":284,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-menyogok-demi-mendapatkan-pekerjaan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/jp-valery-blOLCO2K4M0-unsplash.png","articleSection":["Muamalah"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-menyogok-demi-mendapatkan-pekerjaan#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-menyogok-demi-mendapatkan-pekerjaan","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-menyogok-demi-mendapatkan-pekerjaan","name":"Hukum Menyogok Demi Mendapatkan Pekerjaan - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-menyogok-demi-mendapatkan-pekerjaan#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-menyogok-demi-mendapatkan-pekerjaan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/jp-valery-blOLCO2K4M0-unsplash.png","datePublished":"2025-07-01T02:29:45+00:00","dateModified":"2025-07-08T10:43:44+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-menyogok-demi-mendapatkan-pekerjaan#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-menyogok-demi-mendapatkan-pekerjaan"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-menyogok-demi-mendapatkan-pekerjaan#primaryimage","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/jp-valery-blOLCO2K4M0-unsplash.png","contentUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/jp-valery-blOLCO2K4M0-unsplash.png","width":614,"height":614},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-menyogok-demi-mendapatkan-pekerjaan#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Hukum Menyogok Demi Mendapatkan Pekerjaan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#website","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/","name":"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","description":"Website Resmi Dewan Fatwa","publisher":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#organization","name":"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/logodfpa-w.png","contentUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/logodfpa-w.png","width":3085,"height":581,"caption":"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad"},"image":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/DewanFatwaPA","https:\/\/www.instagram.com\/dewanfatwapa\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#\/schema\/person\/04048d6fe295e8e4b96536b4990d2bd2","name":"Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri,MA","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Ustadz-Arifin-2-150x150.webp","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Ustadz-Arifin-2-150x150.webp","contentUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Ustadz-Arifin-2-150x150.webp","caption":"Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri,MA"},"description":"Wakil Ketua Merangkap Anggota Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad. Beliau S1 Fakultas Syari\u2019ah, Islamic University of Madinah, lalu S2 Jurusan Fiqih, Fakultas Syari\u2019ah, Islamic University of Madinah, Dan S3 Jurusan Fiqih, Fakultas Syari\u2019ah, Islamic University of Madinah Saudi Arabia","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/author\/arifinbadri"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1200","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1200"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1200\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1202,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1200\/revisions\/1202"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1309"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1200"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1200"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1200"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}