{"id":1164,"date":"2025-06-25T06:48:53","date_gmt":"2025-06-24T23:48:53","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/?p=1164"},"modified":"2025-07-08T17:59:05","modified_gmt":"2025-07-08T10:59:05","slug":"hukum-safar-bagi-wanita-yang-ditemani-oleh-saudari-perempuan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/hukum-safar-bagi-wanita-yang-ditemani-oleh-saudari-perempuan","title":{"rendered":"Hukum Safar Bagi Wanita Yang Ditemani Oleh Saudari Perempuan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Penanya (Ima Karmila Karim di Boyolali, Jawa Tengah<\/strong><strong>):<\/strong><\/p>\n<blockquote><p>Seorang wanita safar Dengan anak perempuan atau kakak Dengan adik perempuan bolehkah?<\/p><\/blockquote>\n<p><strong>Jawaban:<\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Dalilnya adalah hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, yang menyatakan bahwa tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari kiamat untuk melakukan safar (perjalanan jauh) yang memerlukan waktu sehari semalam, kecuali jika ia ditemani oleh mahram. Di zaman dahulu, perjalanan sehari semalam menggunakan unta diperkirakan berjarak sekitar 80 kilometer. Karena itu, jika seorang wanita menempuh perjalanan sejauh itu, ia harus ditemani mahram.<\/p>\n<p>Mahram adalah laki-laki yang haram dinikahi oleh wanita tersebut, seperti ayah kandung, kakak kandung, paman, anak kandung, atau kakek. Anak kandung bisa menjadi mahram jika sudah baligh, begitu juga adik laki-laki jika sudah baligh. Para ulama menjelaskan bahwa keberadaan mahram bertujuan untuk menjaga, melindungi, dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terhadap wanita yang ditemaninya. Anak kecil tidak dapat menjadi mahram karena ia belum bisa memberikan perlindungan yang diperlukan. Jadi, mahram hanya berlaku untuk laki-laki yang sudah baligh dan memiliki hubungan yang tidak memungkinkan pernikahan. Wallahu a\u2019lam.&#8221;<\/p>\n<p>Wallahu a\u2019lam.<\/p>\n<p>***<br \/>\nJawaban dalam bentuk video dapat anda saksikan dengan\u00a0<a href=\"https:\/\/youtu.be\/T45NWbFruIQ?t=945\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">klik link ini<\/a>.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penanya (Ima Karmila Karim di Boyolali, Jawa Tengah): Seorang wanita safar Dengan anak perempuan atau kakak Dengan adik perempuan bolehkah? Jawaban: &#8220;Dalilnya adalah hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, yang menyatakan bahwa tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari kiamat untuk melakukan safar (perjalanan jauh) yang memerlukan waktu sehari semalam, kecuali jika ia ditemani oleh mahram. Di zaman dahulu, perjalanan sehari semalam menggunakan unta diperkirakan berjarak sekitar 80 kilometer. Karena itu, jika seorang wanita menempuh perjalanan sejauh itu, ia harus ditemani mahram. Mahram adalah laki-laki yang haram dinikahi oleh wanita tersebut, seperti ayah kandung, kakak kandung, paman, anak kandung, atau kakek. Anak kandung bisa menjadi mahram jika sudah baligh, begitu juga adik laki-laki jika sudah baligh. Para ulama menjelaskan bahwa keberadaan mahram bertujuan untuk menjaga, melindungi, dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terhadap wanita yang ditemaninya. Anak kecil tidak dapat menjadi mahram karena ia belum bisa memberikan perlindungan yang diperlukan. Jadi, mahram hanya berlaku untuk laki-laki yang sudah baligh dan memiliki hubungan yang tidak memungkinkan pernikahan. Wallahu a\u2019lam.&#8221; Wallahu a\u2019lam. *** Jawaban dalam bentuk video dapat anda saksikan dengan\u00a0klik link ini.<\/p>","protected":false},"author":5,"featured_media":1317,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-1164","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fiqih"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Hukum Safar Bagi Wanita Yang Ditemani Oleh Saudari Perempuan - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/hukum-safar-bagi-wanita-yang-ditemani-oleh-saudari-perempuan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Hukum Safar Bagi Wanita Yang Ditemani Oleh Saudari Perempuan - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penanya (Ima Karmila Karim di Boyolali, Jawa Tengah): Seorang wanita safar Dengan anak perempuan atau kakak Dengan adik perempuan bolehkah? Jawaban: &#8220;Dalilnya adalah hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, yang menyatakan bahwa tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari kiamat untuk melakukan safar (perjalanan jauh) yang memerlukan waktu sehari semalam, kecuali jika ia ditemani oleh mahram. Di zaman dahulu, perjalanan sehari semalam menggunakan unta diperkirakan berjarak sekitar 80 kilometer. Karena itu, jika seorang wanita menempuh perjalanan sejauh itu, ia harus ditemani mahram. Mahram adalah laki-laki yang haram dinikahi oleh wanita tersebut, seperti ayah kandung, kakak kandung, paman, anak kandung, atau kakek. Anak kandung bisa menjadi mahram jika sudah baligh, begitu juga adik laki-laki jika sudah baligh. Para ulama menjelaskan bahwa keberadaan mahram bertujuan untuk menjaga, melindungi, dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terhadap wanita yang ditemaninya. Anak kecil tidak dapat menjadi mahram karena ia belum bisa memberikan perlindungan yang diperlukan. Jadi, mahram hanya berlaku untuk laki-laki yang sudah baligh dan memiliki hubungan yang tidak memungkinkan pernikahan. Wallahu a\u2019lam.&#8221; Wallahu a\u2019lam. *** Jawaban dalam bentuk video dapat anda saksikan dengan\u00a0klik link ini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/hukum-safar-bagi-wanita-yang-ditemani-oleh-saudari-perempuan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/DewanFatwaPA\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-06-24T23:48:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-08T10:59:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/pexels-pixabay-46148.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"614\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"614\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah,MA\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah,MA\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-safar-bagi-wanita-yang-ditemani-oleh-saudari-perempuan#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-safar-bagi-wanita-yang-ditemani-oleh-saudari-perempuan\"},\"author\":{\"name\":\"Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah,MA\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/07cf500278b50e1d413f915a22325825\"},\"headline\":\"Hukum Safar Bagi Wanita Yang Ditemani Oleh Saudari Perempuan\",\"datePublished\":\"2025-06-24T23:48:53+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-08T10:59:05+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-safar-bagi-wanita-yang-ditemani-oleh-saudari-perempuan\"},\"wordCount\":194,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-safar-bagi-wanita-yang-ditemani-oleh-saudari-perempuan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/pexels-pixabay-46148.png\",\"articleSection\":[\"Fiqih\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-safar-bagi-wanita-yang-ditemani-oleh-saudari-perempuan#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-safar-bagi-wanita-yang-ditemani-oleh-saudari-perempuan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-safar-bagi-wanita-yang-ditemani-oleh-saudari-perempuan\",\"name\":\"Hukum Safar Bagi Wanita Yang Ditemani Oleh Saudari Perempuan - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-safar-bagi-wanita-yang-ditemani-oleh-saudari-perempuan#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-safar-bagi-wanita-yang-ditemani-oleh-saudari-perempuan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/pexels-pixabay-46148.png\",\"datePublished\":\"2025-06-24T23:48:53+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-08T10:59:05+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-safar-bagi-wanita-yang-ditemani-oleh-saudari-perempuan#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-safar-bagi-wanita-yang-ditemani-oleh-saudari-perempuan\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-safar-bagi-wanita-yang-ditemani-oleh-saudari-perempuan#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/pexels-pixabay-46148.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/pexels-pixabay-46148.png\",\"width\":614,\"height\":614},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/hukum-safar-bagi-wanita-yang-ditemani-oleh-saudari-perempuan#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Hukum Safar Bagi Wanita Yang Ditemani Oleh Saudari Perempuan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/\",\"name\":\"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\",\"description\":\"Website Resmi Dewan Fatwa\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#organization\",\"name\":\"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/logodfpa-w.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/logodfpa-w.png\",\"width\":3085,\"height\":581,\"caption\":\"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/DewanFatwaPA\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/dewanfatwapa\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/07cf500278b50e1d413f915a22325825\",\"name\":\"Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah,MA\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/SCR-20250204-jgqx-150x150.jpeg\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/SCR-20250204-jgqx-150x150.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/SCR-20250204-jgqx-150x150.jpeg\",\"caption\":\"Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah,MA\"},\"description\":\"Anggota Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad. Beliau lulusan S1 Fakultas Hadits lalu S2 Prodi Fiqhussunnah, Fak. Hadits, dan S3 Prodi Fiqhussunnah, Fak. Hadits, Universitas Islam Madinah\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/en\\\/author\\\/emha\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Hukum Safar Bagi Wanita Yang Ditemani Oleh Saudari Perempuan - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/hukum-safar-bagi-wanita-yang-ditemani-oleh-saudari-perempuan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Hukum Safar Bagi Wanita Yang Ditemani Oleh Saudari Perempuan - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","og_description":"Penanya (Ima Karmila Karim di Boyolali, Jawa Tengah): Seorang wanita safar Dengan anak perempuan atau kakak Dengan adik perempuan bolehkah? Jawaban: &#8220;Dalilnya adalah hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, yang menyatakan bahwa tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari kiamat untuk melakukan safar (perjalanan jauh) yang memerlukan waktu sehari semalam, kecuali jika ia ditemani oleh mahram. Di zaman dahulu, perjalanan sehari semalam menggunakan unta diperkirakan berjarak sekitar 80 kilometer. Karena itu, jika seorang wanita menempuh perjalanan sejauh itu, ia harus ditemani mahram. Mahram adalah laki-laki yang haram dinikahi oleh wanita tersebut, seperti ayah kandung, kakak kandung, paman, anak kandung, atau kakek. Anak kandung bisa menjadi mahram jika sudah baligh, begitu juga adik laki-laki jika sudah baligh. Para ulama menjelaskan bahwa keberadaan mahram bertujuan untuk menjaga, melindungi, dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terhadap wanita yang ditemaninya. Anak kecil tidak dapat menjadi mahram karena ia belum bisa memberikan perlindungan yang diperlukan. Jadi, mahram hanya berlaku untuk laki-laki yang sudah baligh dan memiliki hubungan yang tidak memungkinkan pernikahan. Wallahu a\u2019lam.&#8221; Wallahu a\u2019lam. *** Jawaban dalam bentuk video dapat anda saksikan dengan\u00a0klik link ini.","og_url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/hukum-safar-bagi-wanita-yang-ditemani-oleh-saudari-perempuan\/","og_site_name":"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/DewanFatwaPA","article_published_time":"2025-06-24T23:48:53+00:00","article_modified_time":"2025-07-08T10:59:05+00:00","og_image":[{"width":614,"height":614,"url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/pexels-pixabay-46148.png","type":"image\/png"}],"author":"Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah,MA","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah,MA","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-safar-bagi-wanita-yang-ditemani-oleh-saudari-perempuan#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-safar-bagi-wanita-yang-ditemani-oleh-saudari-perempuan"},"author":{"name":"Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah,MA","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#\/schema\/person\/07cf500278b50e1d413f915a22325825"},"headline":"Hukum Safar Bagi Wanita Yang Ditemani Oleh Saudari Perempuan","datePublished":"2025-06-24T23:48:53+00:00","dateModified":"2025-07-08T10:59:05+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-safar-bagi-wanita-yang-ditemani-oleh-saudari-perempuan"},"wordCount":194,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-safar-bagi-wanita-yang-ditemani-oleh-saudari-perempuan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/pexels-pixabay-46148.png","articleSection":["Fiqih"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-safar-bagi-wanita-yang-ditemani-oleh-saudari-perempuan#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-safar-bagi-wanita-yang-ditemani-oleh-saudari-perempuan","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-safar-bagi-wanita-yang-ditemani-oleh-saudari-perempuan","name":"Hukum Safar Bagi Wanita Yang Ditemani Oleh Saudari Perempuan - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-safar-bagi-wanita-yang-ditemani-oleh-saudari-perempuan#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-safar-bagi-wanita-yang-ditemani-oleh-saudari-perempuan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/pexels-pixabay-46148.png","datePublished":"2025-06-24T23:48:53+00:00","dateModified":"2025-07-08T10:59:05+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-safar-bagi-wanita-yang-ditemani-oleh-saudari-perempuan#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-safar-bagi-wanita-yang-ditemani-oleh-saudari-perempuan"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-safar-bagi-wanita-yang-ditemani-oleh-saudari-perempuan#primaryimage","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/pexels-pixabay-46148.png","contentUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/pexels-pixabay-46148.png","width":614,"height":614},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/hukum-safar-bagi-wanita-yang-ditemani-oleh-saudari-perempuan#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Hukum Safar Bagi Wanita Yang Ditemani Oleh Saudari Perempuan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#website","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/","name":"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","description":"Website Resmi Dewan Fatwa","publisher":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#organization","name":"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/logodfpa-w.png","contentUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/logodfpa-w.png","width":3085,"height":581,"caption":"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad"},"image":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/DewanFatwaPA","https:\/\/www.instagram.com\/dewanfatwapa\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#\/schema\/person\/07cf500278b50e1d413f915a22325825","name":"Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah,MA","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/SCR-20250204-jgqx-150x150.jpeg","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/SCR-20250204-jgqx-150x150.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/SCR-20250204-jgqx-150x150.jpeg","caption":"Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah,MA"},"description":"Anggota Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad. Beliau lulusan S1 Fakultas Hadits lalu S2 Prodi Fiqhussunnah, Fak. Hadits, dan S3 Prodi Fiqhussunnah, Fak. Hadits, Universitas Islam Madinah","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/author\/emha"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1164","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1164"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1164\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1166,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1164\/revisions\/1166"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1317"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1164"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1164"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1164"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}