{"id":1003,"date":"2025-02-19T06:59:47","date_gmt":"2025-02-18T23:59:47","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/?p=1003"},"modified":"2025-02-19T06:59:57","modified_gmt":"2025-02-18T23:59:57","slug":"sikap-yang-tepat-dalam-menikahkan-anak-saat-ayah-biologis-tidak-bisa-menjadi-wali-nikah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/sikap-yang-tepat-dalam-menikahkan-anak-saat-ayah-biologis-tidak-bisa-menjadi-wali-nikah","title":{"rendered":"Sikap yang Tepat dalam Menikahkan Anak Saat Ayah Biologis Tidak Bisa Menjadi Wali Nikah"},"content":{"rendered":"<p><strong>Pananya<\/strong> (Wiwin Dwi Wahyuningsih di Jawa Timur) :<\/p>\n<blockquote><p>Menceritakan aib dilarang dalam Islam. Namun, bagaimana sikap seseorang yang akan menikahkan anak perempuannya, sementara ayah biologisnya tidak boleh menjadi wali nikah? Mohon nasihatnya ustadz<\/p><\/blockquote>\n<p><strong>Jawaban :<\/strong><\/p>\n<p>Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai masalah anak hasil perzinaan, apakah ia dinasabkan kepada ayah biologisnya atau tidak. Mayoritas ulama berpendapat bahwa anak tersebut tidak boleh dinasabkan kepada ayah biologis. Namun, ada sebagian ulama yang berpendapat berbeda, dan pandangan ini telah ada sejak zaman salaf. Mereka mengatakan bahwa ayah biologis boleh menasabkan anaknya kepada dirinya dengan beberapa syarat.<\/p>\n<p>Syarat pertama, ketika perzinaan terjadi, perempuan tersebut tidak berada di bawah ikatan pernikahan dengan suami lain. Syarat kedua, ayah biologis mengakui anak tersebut sebagai anaknya. Jika kedua syarat ini terpenuhi, menurut sebagian ulama, diperbolehkan menasabkan anak tersebut kepada ayah biologisnya.<\/p>\n<p>Pendapat ini dikuatkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah ta&#8217;ala, dan juga didukung oleh murid beliau, Ibnul Qayyim rahimahullah ta&#8217;ala, serta dipilih oleh Syaikh Muhammad Shalih Al Utsaimin rahimahullah. Saya pribadi lebih condong kepada pendapat ini, karena terdapat banyak dalil yang mendukungnya. Oleh karena itu, jika kita memilih pendapat ini, tidak perlu menyampaikan masalah ini kepada calon suami.<\/p>\n<p>Berbeda halnya jika kita mengikuti pendapat mayoritas ulama yang mengatakan tidak boleh menasabkan anak hasil zina kepada ayah biologisnya. Jika kita mengikuti pendapat mayoritas tersebut, maka masalah ini harus disampaikan kepada calon suami, dan yang menikahkan bukan ayah biologisnya, melainkan wali hakim.<\/p>\n<p>Namun, jika kita memilih pendapat sebagian ulama yang membolehkan menasabkan anak kepada ayah biologis, maka tidak perlu menyampaikan hal ini kepada calon mempelai laki-laki, dan ayah biologisnya boleh menjadi wali langsung dalam pernikahan tersebut. Demikianlah, wallahu ta&#8217;ala a&#8217;lam.<\/p>\n<p>***<br \/>\nJawaban dalam bentuk video dapat anda saksikan dengan <a href=\"https:\/\/youtu.be\/60veRKttmE0?t=2691\">klik link ini<\/a>.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pananya (Wiwin Dwi Wahyuningsih di Jawa Timur) : Menceritakan aib dilarang dalam Islam. Namun, bagaimana sikap seseorang yang akan menikahkan anak perempuannya, sementara ayah biologisnya tidak boleh menjadi wali nikah? Mohon nasihatnya ustadz Jawaban : Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai masalah anak hasil perzinaan, apakah ia dinasabkan kepada ayah biologisnya atau tidak. Mayoritas ulama berpendapat bahwa anak tersebut tidak boleh dinasabkan kepada ayah biologis. Namun, ada sebagian ulama yang berpendapat berbeda, dan pandangan ini telah ada sejak zaman salaf. Mereka mengatakan bahwa ayah biologis boleh menasabkan anaknya kepada dirinya dengan beberapa syarat. Syarat pertama, ketika perzinaan terjadi, perempuan tersebut tidak berada di bawah ikatan pernikahan dengan suami lain. Syarat kedua, ayah biologis mengakui anak tersebut sebagai anaknya. Jika kedua syarat ini terpenuhi, menurut sebagian ulama, diperbolehkan menasabkan anak tersebut kepada ayah biologisnya. Pendapat ini dikuatkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah ta&#8217;ala, dan juga didukung oleh murid beliau, Ibnul Qayyim rahimahullah ta&#8217;ala, serta dipilih oleh Syaikh Muhammad Shalih Al Utsaimin rahimahullah. Saya pribadi lebih condong kepada pendapat ini, karena terdapat banyak dalil yang mendukungnya. Oleh karena itu, jika kita memilih pendapat ini, tidak perlu menyampaikan masalah ini kepada calon suami. Berbeda halnya jika kita mengikuti pendapat mayoritas ulama yang mengatakan tidak boleh menasabkan anak hasil zina kepada ayah biologisnya. Jika kita mengikuti pendapat mayoritas tersebut, maka masalah ini harus disampaikan kepada calon suami, dan yang menikahkan bukan ayah biologisnya, melainkan wali hakim. Namun, jika kita memilih pendapat sebagian ulama yang membolehkan menasabkan anak kepada ayah biologis, maka tidak perlu menyampaikan hal ini kepada calon mempelai laki-laki, dan ayah biologisnya boleh menjadi wali langsung dalam pernikahan tersebut. Demikianlah, wallahu ta&#8217;ala a&#8217;lam. *** Jawaban dalam bentuk video dapat anda saksikan dengan klik link ini.<\/p>","protected":false},"author":8,"featured_media":1004,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,17],"tags":[],"class_list":["post-1003","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fiqih","category-rumah-tangga"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Sikap yang Tepat dalam Menikahkan Anak Saat Ayah Biologis Tidak Bisa Menjadi Wali Nikah - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/sikap-yang-tepat-dalam-menikahkan-anak-saat-ayah-biologis-tidak-bisa-menjadi-wali-nikah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sikap yang Tepat dalam Menikahkan Anak Saat Ayah Biologis Tidak Bisa Menjadi Wali Nikah - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pananya (Wiwin Dwi Wahyuningsih di Jawa Timur) : Menceritakan aib dilarang dalam Islam. Namun, bagaimana sikap seseorang yang akan menikahkan anak perempuannya, sementara ayah biologisnya tidak boleh menjadi wali nikah? Mohon nasihatnya ustadz Jawaban : Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai masalah anak hasil perzinaan, apakah ia dinasabkan kepada ayah biologisnya atau tidak. Mayoritas ulama berpendapat bahwa anak tersebut tidak boleh dinasabkan kepada ayah biologis. Namun, ada sebagian ulama yang berpendapat berbeda, dan pandangan ini telah ada sejak zaman salaf. Mereka mengatakan bahwa ayah biologis boleh menasabkan anaknya kepada dirinya dengan beberapa syarat. Syarat pertama, ketika perzinaan terjadi, perempuan tersebut tidak berada di bawah ikatan pernikahan dengan suami lain. Syarat kedua, ayah biologis mengakui anak tersebut sebagai anaknya. Jika kedua syarat ini terpenuhi, menurut sebagian ulama, diperbolehkan menasabkan anak tersebut kepada ayah biologisnya. Pendapat ini dikuatkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah ta&#8217;ala, dan juga didukung oleh murid beliau, Ibnul Qayyim rahimahullah ta&#8217;ala, serta dipilih oleh Syaikh Muhammad Shalih Al Utsaimin rahimahullah. Saya pribadi lebih condong kepada pendapat ini, karena terdapat banyak dalil yang mendukungnya. Oleh karena itu, jika kita memilih pendapat ini, tidak perlu menyampaikan masalah ini kepada calon suami. Berbeda halnya jika kita mengikuti pendapat mayoritas ulama yang mengatakan tidak boleh menasabkan anak hasil zina kepada ayah biologisnya. Jika kita mengikuti pendapat mayoritas tersebut, maka masalah ini harus disampaikan kepada calon suami, dan yang menikahkan bukan ayah biologisnya, melainkan wali hakim. Namun, jika kita memilih pendapat sebagian ulama yang membolehkan menasabkan anak kepada ayah biologis, maka tidak perlu menyampaikan hal ini kepada calon mempelai laki-laki, dan ayah biologisnya boleh menjadi wali langsung dalam pernikahan tersebut. Demikianlah, wallahu ta&#8217;ala a&#8217;lam. *** Jawaban dalam bentuk video dapat anda saksikan dengan klik link ini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/sikap-yang-tepat-dalam-menikahkan-anak-saat-ayah-biologis-tidak-bisa-menjadi-wali-nikah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/DewanFatwaPA\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-02-18T23:59:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-02-18T23:59:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/pexels-fotobi-12900522-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1707\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ustadz Dr. Musyafa Ad Dariny,MA\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ustadz Dr. Musyafa Ad Dariny,MA\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/sikap-yang-tepat-dalam-menikahkan-anak-saat-ayah-biologis-tidak-bisa-menjadi-wali-nikah#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/sikap-yang-tepat-dalam-menikahkan-anak-saat-ayah-biologis-tidak-bisa-menjadi-wali-nikah\"},\"author\":{\"name\":\"Ustadz Dr. Musyafa Ad Dariny,MA\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/92245892b0aa200ec51b639cca588c67\"},\"headline\":\"Sikap yang Tepat dalam Menikahkan Anak Saat Ayah Biologis Tidak Bisa Menjadi Wali Nikah\",\"datePublished\":\"2025-02-18T23:59:47+00:00\",\"dateModified\":\"2025-02-18T23:59:57+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/sikap-yang-tepat-dalam-menikahkan-anak-saat-ayah-biologis-tidak-bisa-menjadi-wali-nikah\"},\"wordCount\":299,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/sikap-yang-tepat-dalam-menikahkan-anak-saat-ayah-biologis-tidak-bisa-menjadi-wali-nikah#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/pexels-fotobi-12900522-scaled.jpg\",\"articleSection\":[\"Fiqih\",\"Rumah Tangga\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/sikap-yang-tepat-dalam-menikahkan-anak-saat-ayah-biologis-tidak-bisa-menjadi-wali-nikah#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/sikap-yang-tepat-dalam-menikahkan-anak-saat-ayah-biologis-tidak-bisa-menjadi-wali-nikah\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/sikap-yang-tepat-dalam-menikahkan-anak-saat-ayah-biologis-tidak-bisa-menjadi-wali-nikah\",\"name\":\"Sikap yang Tepat dalam Menikahkan Anak Saat Ayah Biologis Tidak Bisa Menjadi Wali Nikah - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/sikap-yang-tepat-dalam-menikahkan-anak-saat-ayah-biologis-tidak-bisa-menjadi-wali-nikah#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/sikap-yang-tepat-dalam-menikahkan-anak-saat-ayah-biologis-tidak-bisa-menjadi-wali-nikah#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/pexels-fotobi-12900522-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2025-02-18T23:59:47+00:00\",\"dateModified\":\"2025-02-18T23:59:57+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/sikap-yang-tepat-dalam-menikahkan-anak-saat-ayah-biologis-tidak-bisa-menjadi-wali-nikah#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/sikap-yang-tepat-dalam-menikahkan-anak-saat-ayah-biologis-tidak-bisa-menjadi-wali-nikah\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/sikap-yang-tepat-dalam-menikahkan-anak-saat-ayah-biologis-tidak-bisa-menjadi-wali-nikah#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/pexels-fotobi-12900522-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/pexels-fotobi-12900522-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1707},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/sikap-yang-tepat-dalam-menikahkan-anak-saat-ayah-biologis-tidak-bisa-menjadi-wali-nikah#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sikap yang Tepat dalam Menikahkan Anak Saat Ayah Biologis Tidak Bisa Menjadi Wali Nikah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/\",\"name\":\"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\",\"description\":\"Website Resmi Dewan Fatwa\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#organization\",\"name\":\"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/logodfpa-w.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/logodfpa-w.png\",\"width\":3085,\"height\":581,\"caption\":\"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/DewanFatwaPA\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/dewanfatwapa\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/92245892b0aa200ec51b639cca588c67\",\"name\":\"Ustadz Dr. Musyafa Ad Dariny,MA\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/Ustadz-Musyaffa-1-150x150.webp\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/Ustadz-Musyaffa-1-150x150.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/02\\\/Ustadz-Musyaffa-1-150x150.webp\",\"caption\":\"Ustadz Dr. Musyafa Ad Dariny,MA\"},\"description\":\"Anggota Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad. Beliau lulusan S1 Syariah, lalu S2 Qism Ushul Fikih, dan S3 Qism Ushul Fikih Universitas Islam Madinah\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.dewanfatwa.com\\\/en\\\/author\\\/musyafa\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sikap yang Tepat dalam Menikahkan Anak Saat Ayah Biologis Tidak Bisa Menjadi Wali Nikah - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/sikap-yang-tepat-dalam-menikahkan-anak-saat-ayah-biologis-tidak-bisa-menjadi-wali-nikah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sikap yang Tepat dalam Menikahkan Anak Saat Ayah Biologis Tidak Bisa Menjadi Wali Nikah - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","og_description":"Pananya (Wiwin Dwi Wahyuningsih di Jawa Timur) : Menceritakan aib dilarang dalam Islam. Namun, bagaimana sikap seseorang yang akan menikahkan anak perempuannya, sementara ayah biologisnya tidak boleh menjadi wali nikah? Mohon nasihatnya ustadz Jawaban : Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai masalah anak hasil perzinaan, apakah ia dinasabkan kepada ayah biologisnya atau tidak. Mayoritas ulama berpendapat bahwa anak tersebut tidak boleh dinasabkan kepada ayah biologis. Namun, ada sebagian ulama yang berpendapat berbeda, dan pandangan ini telah ada sejak zaman salaf. Mereka mengatakan bahwa ayah biologis boleh menasabkan anaknya kepada dirinya dengan beberapa syarat. Syarat pertama, ketika perzinaan terjadi, perempuan tersebut tidak berada di bawah ikatan pernikahan dengan suami lain. Syarat kedua, ayah biologis mengakui anak tersebut sebagai anaknya. Jika kedua syarat ini terpenuhi, menurut sebagian ulama, diperbolehkan menasabkan anak tersebut kepada ayah biologisnya. Pendapat ini dikuatkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah ta&#8217;ala, dan juga didukung oleh murid beliau, Ibnul Qayyim rahimahullah ta&#8217;ala, serta dipilih oleh Syaikh Muhammad Shalih Al Utsaimin rahimahullah. Saya pribadi lebih condong kepada pendapat ini, karena terdapat banyak dalil yang mendukungnya. Oleh karena itu, jika kita memilih pendapat ini, tidak perlu menyampaikan masalah ini kepada calon suami. Berbeda halnya jika kita mengikuti pendapat mayoritas ulama yang mengatakan tidak boleh menasabkan anak hasil zina kepada ayah biologisnya. Jika kita mengikuti pendapat mayoritas tersebut, maka masalah ini harus disampaikan kepada calon suami, dan yang menikahkan bukan ayah biologisnya, melainkan wali hakim. Namun, jika kita memilih pendapat sebagian ulama yang membolehkan menasabkan anak kepada ayah biologis, maka tidak perlu menyampaikan hal ini kepada calon mempelai laki-laki, dan ayah biologisnya boleh menjadi wali langsung dalam pernikahan tersebut. Demikianlah, wallahu ta&#8217;ala a&#8217;lam. *** Jawaban dalam bentuk video dapat anda saksikan dengan klik link ini.","og_url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/sikap-yang-tepat-dalam-menikahkan-anak-saat-ayah-biologis-tidak-bisa-menjadi-wali-nikah\/","og_site_name":"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/DewanFatwaPA","article_published_time":"2025-02-18T23:59:47+00:00","article_modified_time":"2025-02-18T23:59:57+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1707,"url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/pexels-fotobi-12900522-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Ustadz Dr. Musyafa Ad Dariny,MA","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ustadz Dr. Musyafa Ad Dariny,MA","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/sikap-yang-tepat-dalam-menikahkan-anak-saat-ayah-biologis-tidak-bisa-menjadi-wali-nikah#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/sikap-yang-tepat-dalam-menikahkan-anak-saat-ayah-biologis-tidak-bisa-menjadi-wali-nikah"},"author":{"name":"Ustadz Dr. Musyafa Ad Dariny,MA","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#\/schema\/person\/92245892b0aa200ec51b639cca588c67"},"headline":"Sikap yang Tepat dalam Menikahkan Anak Saat Ayah Biologis Tidak Bisa Menjadi Wali Nikah","datePublished":"2025-02-18T23:59:47+00:00","dateModified":"2025-02-18T23:59:57+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/sikap-yang-tepat-dalam-menikahkan-anak-saat-ayah-biologis-tidak-bisa-menjadi-wali-nikah"},"wordCount":299,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/sikap-yang-tepat-dalam-menikahkan-anak-saat-ayah-biologis-tidak-bisa-menjadi-wali-nikah#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/pexels-fotobi-12900522-scaled.jpg","articleSection":["Fiqih","Rumah Tangga"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.dewanfatwa.com\/sikap-yang-tepat-dalam-menikahkan-anak-saat-ayah-biologis-tidak-bisa-menjadi-wali-nikah#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/sikap-yang-tepat-dalam-menikahkan-anak-saat-ayah-biologis-tidak-bisa-menjadi-wali-nikah","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/sikap-yang-tepat-dalam-menikahkan-anak-saat-ayah-biologis-tidak-bisa-menjadi-wali-nikah","name":"Sikap yang Tepat dalam Menikahkan Anak Saat Ayah Biologis Tidak Bisa Menjadi Wali Nikah - Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/sikap-yang-tepat-dalam-menikahkan-anak-saat-ayah-biologis-tidak-bisa-menjadi-wali-nikah#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/sikap-yang-tepat-dalam-menikahkan-anak-saat-ayah-biologis-tidak-bisa-menjadi-wali-nikah#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/pexels-fotobi-12900522-scaled.jpg","datePublished":"2025-02-18T23:59:47+00:00","dateModified":"2025-02-18T23:59:57+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/sikap-yang-tepat-dalam-menikahkan-anak-saat-ayah-biologis-tidak-bisa-menjadi-wali-nikah#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.dewanfatwa.com\/sikap-yang-tepat-dalam-menikahkan-anak-saat-ayah-biologis-tidak-bisa-menjadi-wali-nikah"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/sikap-yang-tepat-dalam-menikahkan-anak-saat-ayah-biologis-tidak-bisa-menjadi-wali-nikah#primaryimage","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/pexels-fotobi-12900522-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/pexels-fotobi-12900522-scaled.jpg","width":2560,"height":1707},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/sikap-yang-tepat-dalam-menikahkan-anak-saat-ayah-biologis-tidak-bisa-menjadi-wali-nikah#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sikap yang Tepat dalam Menikahkan Anak Saat Ayah Biologis Tidak Bisa Menjadi Wali Nikah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#website","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/","name":"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","description":"Website Resmi Dewan Fatwa","publisher":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#organization","name":"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/logodfpa-w.png","contentUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/logodfpa-w.png","width":3085,"height":581,"caption":"Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad"},"image":{"@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/DewanFatwaPA","https:\/\/www.instagram.com\/dewanfatwapa\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/#\/schema\/person\/92245892b0aa200ec51b639cca588c67","name":"Ustadz Dr. Musyafa Ad Dariny,MA","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Ustadz-Musyaffa-1-150x150.webp","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Ustadz-Musyaffa-1-150x150.webp","contentUrl":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Ustadz-Musyaffa-1-150x150.webp","caption":"Ustadz Dr. Musyafa Ad Dariny,MA"},"description":"Anggota Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad. Beliau lulusan S1 Syariah, lalu S2 Qism Ushul Fikih, dan S3 Qism Ushul Fikih Universitas Islam Madinah","url":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/author\/musyafa"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1003","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1003"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1003\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1005,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1003\/revisions\/1005"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1004"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1003"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1003"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewanfatwa.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1003"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}